Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 2 Menit Baca

Sinergi bersama Komunitas Nelayan, BPR Tuah Karimun Gerakkan Ekonomi Masyarakat Pesisir

H

Henigun

17 September 2026

Sinergi bersama Komunitas Nelayan, BPR Tuah Karimun Gerakkan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPR Tuah Karimun dan KNTI di Kampung Kita, Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (16/9/2026).(Foto: Istimewa)

KARIMUN, SEPUTARBANK - BPR Tuah Karimun (Perseroda) menjalin kemitraan strategis dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Langkah demi menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir ini, wujud  BPR Tuah Karimun yang kembali memperluas jangkauan penetrasi pasarnya.

Sinergi tersebut diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, S.E., bersama Ketua KNTI Kabupaten Karimun, Ari Supriadi Nurfaizal, S.E. (yang juga menjabat Ketua KNPI Kabupaten Karimun), di Kampung Kita, Rabu (16/9/2026).

Kerja sama ini difokuskan pada pembentukan ekosistem ekonomi kolektif. Dengan demikian, pemberdayaan nelayan tidak hanya menitikberatkan pada penyaluran permodalan semata, melainkan juga penguatan kelembagaan, pengembangan kapasitas usaha, pengelolaan pascapanen, hingga perluasan rantai pemasaran.

Siska Naritasari menegaskan bahwa sektor perikanan dan komunitas nelayan menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar bagi kemajuan daerah.

"Melalui kerja sama ini, kami ingin BPR Tuah Karimun hadir lebih dekat dengan masyarakat nelayan. Bukan hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi bersama-sama membangun ekosistem usaha yang membuat nelayan semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," papar Siska.

Menurutnya, penerapan pendekatan ekonomi kolektif dapat memangkas kendala efisiensi yang dialami nelayan jika bergerak secara mandiri. Lewat penguatan kelompok, aktivitas usaha mulai dari pengadaan instrumen melaut, pengolahan hasil tangkapan, hingga penetrasi pasar dapat terorganisasi dengan lebih terstruktur.

"Kalau nelayan bergerak sendiri-sendiri, ruang pengembangannya tentu berbeda. Dengan penguatan kelompok, kita dapat membangun rantai usaha yang lebih terorganisir. Mulai dari nelayan, kelompok, pembiayaan, sampai pasar. Ini yang ingin kita dorong," terangnya.

Di sisi lain, Ketua KNTI Kabupaten Karimun, Ari Supriadi Nurfaizal, menyambut hangat hadirnya kolaborasi ini. Ia menilai sinergi dengan BPR Tuah Karimun menjadi ruang strategis dalam memajukan kesejahteraan masyarakat pesisir di Karimun.

Guna menindaklanjuti MoU tersebut, Ari mendorong implementasi program-program terukur di lapangan, antara lain:

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi nelayan.

Penguatan kelembagaan kelompok usaha bersama.

Penyediaan akses pembiayaan usaha produktif.

Pengolahan komoditas hasil laut serta perluasan akses pasar.

Kemitraan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kesepakatan di atas kertas, melainkan menjadi pijakan awal terciptanya model pemberdayaan nelayan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan.

H

Henigun