MALANG, SEPUTARBANK - Dini hari di depan Balai Kota Malang belum sepenuhnya terang ketika ribuan pelari dengan jersey warna-warni mulai memadati kawasan Ikon Tugu. Tepat pukul 05.00 WIB, bendera flag-off dikibarkan, menandai dimulainya ajang bergengsi Lestari Run Malang yang diselenggarakan oleh BPR Lestari Banten.
Sebanyak 2.000 peserta antusias menjajal dua kategori lari yang disajikan, yakni 5K dan 10K. Angka partisipasi tahun ini melonjak tajam—dua kali lipat dibanding gelaran perdana pada 2025 lalu yang diikuti sekitar 1.000 pelari.
CEO BPR Lestari Banten, Ika Normaningrum, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas sambutan hangat dari para pecinta olahraga lari. Menurutnya, pertumbuhan pesat partisipasi peserta menjadi bukti antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap gelaran ini.
"Lestari Run Malang yang kami adakan sekarang adalah pelaksanaan kedua. Tahun lalu ada 1.000 peserta, dan tahun ini melonjak double menjadi 2.000 pelari. Alhamdulillah, respons komunitas dan pelari dari berbagai daerah sangat bagus," ujar Ika.
Tidak sekadar menghadirkan pengalaman berlari, aspek keamanan dan kenyamanan pelari menjadi prioritas utama penyelenggara. Dengan dimulainya race tepat waktu pada pukul 05.00 WIB—serta jeda 15 menit antar-kategori—peserta dapat menikmati jalanan Kota Malang yang steril dan aman sebelum arus lalu lintas padat hingga batas cutoff pukul 07.00 WIB. Pengamanan rute diperkuat oleh ratusan marshal dan dukungan penuh dari kepolisian setempat.
Pemilihan titik start di depan Balai Kota Malang dan kawasan Alun-Alun Tugu juga menyimpan filosofi mendalam. Lokasi tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman berlari yang berkesan, terutama bagi pelari dari luar kota.
"Tugu adalah salah satu jantung dan ikon kebanggaan Kota Malang. Ketika acara digelar di sini, nuansa event-nya terasa kian bergengsi," jelas Ika.
Kemeriahan makin lengkap dengan berbagai apresiasi menarik yang disiapkan. Selain hadiah uang tunai bagi para pemenang podium putra dan putri di setiap kategori, penyelenggara memanjakan para pelari dengan doorprize melimpah, mulai dari 10 unit sepeda listrik, tiga unit televisi, hingga tiga unit kulkas.
Bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-10 BPR Lestari Banten, ajang ini juga diniatkan untuk memberikan dampak ekonomi yang berkesan bagi Kota Malang. Kehadiran pelari dari berbagai penjuru daerah terbukti mendongkrak okupansi hotel, menggerakkan kuliner lokal, hingga melibat aktifkan para pelaku UMKM.
"Kami ingin semua happy—aman saat berlari di jalan, gembira saat after race menikmati refreshment. Lebih dari itu, kami ingin denyut perekonomian Malang bergerak, hotel-hotel terisi, dan produk UMKM ikut terangkat," tutur Ika.
Apresiasi senada disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan. Ia menilai keberadaan Lestari Run sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat sektor sport tourism serta menyukseskan agenda program 1.000 event.
"Kota Malang memiliki potensi luar biasa dari irisan olahraga dan pariwisata yang kami kemas menjadi sport tourism. Kami sangat mengapresiasi BPR Lestari Banten yang ikut mendukung program Wali Kota," kata Arif.
Melihat kesuksesan gelaran tahun ini, pihak BPR Lestari Banten pun berencana melipatgandakan target peserta hingga 4.000 pelari pada gelaran mendatang. Pemerintah Kota Malang menyambut hangat rencana tersebut dan berharap gelaran Lestari Run Malang dapat terus menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat luas.