SEPUTARBANK, JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB Koperasi) mencatat tonggak penting dalam penguatan sumber daya manusia dengan membuka kembali rekrutmen secara langsung setelah bertahun-tahun berada dalam masa moratorium.
Proses rekrutmen tersebut mendapat respons sangat besar. Lebih dari 30.000 pelamar mengikuti proses seleksi untuk bergabung dengan LPDB Koperasi.
Deva Rachma Direktur Bidang Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengapresiasi seluruh tim yang terlibat dalam penyelenggaraan proses rekrutmen tersebut, khususnya tim Human Resources Development (HRD) dan General Affairs yang dinilai berhasil mengelola proses seleksi dalam skala besar.
“Ini merupakan capaian yang sangat besar bagi LPDB Koperasi. Setelah bertahun-tahun berada dalam moratorium, kini kami kembali membuka kesempatan rekrutmen secara langsung. Antusiasme lebih dari 30.000 pelamar menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem koperasi,” ujar Deva Rachman kepada Seputarbank, Rabu (02/09/2026).
Menurutnya, pelaksanaan rekrutmen dalam jumlah besar tersebut sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi. Karena itu, koordinasi dan kesiapan sistem menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan, lancar, dan efisien.
Deva juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) atas dukungan yang diberikan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) serta fasilitas pendukung selama proses seleksi.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada BKN yang telah memberikan dukungan sistem CAT dan fasilitas terbaik. Dukungan tersebut sangat penting untuk memastikan proses seleksi berjalan secara transparan, objektif, dan efisien,” katanya.
Deva menilai skala rekrutmen tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi LPDB Koperasi. Pengelolaan lebih dari 30.000 pelamar menunjukkan kapasitas organisasi dalam menjalankan proses seleksi berskala besar sekaligus menjadi tolok ukur baru bagi lembaga pembiayaan pembangunan dan pendanaan koperasi.
Lebih jauh, Deva melihat sektor koperasi sebagai ruang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurutnya, koperasi merupakan “green field opportunity”, yakni sektor dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat luas dan berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Koperasi adalah green field opportunity. Ini seperti raksasa yang selama sekitar 30 tahun berada dalam kondisi tidur dan kini mulai bangkit. Kita ingin mengubah kontribusi yang sebelumnya berjalan lebih tenang menjadi kekuatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih nyata dan dinamis,” tutur Deva.
Ia menambahkan, LPDB Koperasi kini bersiap menyambut kandidat-kandidat terbaik hasil proses seleksi untuk bersama-sama memperkuat kapasitas lembaga dan meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekosistem koperasi Indonesia.
“Kami berharap para kandidat terbaik yang nantinya bergabung dapat membawa energi, kompetensi, dan perspektif baru. Bersama-sama kita ingin membawa LPDB Koperasi ke tingkat yang lebih tinggi dan memberikan dampak yang lebih besar bagi koperasi serta perekonomian Indonesia,” pungkas Deva.