Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 4 Menit Baca

Pacu Efisiensi dan Layanan, Bank Lestari Bali Dobrak Dominasi Bank Umum Lewat Inovasi Transaction Banking

H

Henigun

25 September 2026

Pacu Efisiensi dan Layanan, Bank Lestari Bali Dobrak Dominasi Bank Umum Lewat Inovasi Transaction Banking
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

BADUNG BALI, SEPUTARBANK - CEO Bank Lestari Bali (BPR), Trisno Herman Dinijanto, memaparkan strategi dalam memperkuat penetrasi digital, dalam acara 8th Bali Business Round Table di Renaissance Bali Nusa Dua Resort, Badung, pada Rabu (23/9/2026).

Trisno menerapkan, dalam memperkuat penetrasi digital, Bank Lestari Bali (BPR) tak hanya sebatas mempercantik kanal layanan nasabah, namun juga merombak total arsitektur proses bisnis internal perusahaan, agar operasional menjadi jauh lebih efisien di tengah cepatnya ketidakpastian ekonomi dan dinamika teknologi

Forum yang mengusung tema "Mengintip Dapur Bisnis China: Bertahan & Bertumbuh di Tengah Perubahan & Krisis" ini menghadirkan Indonesia’s Favorite Trainer & Seminar Speaker, James Gwee, sebagai narasumber utama, serta dipandu oleh Chairman of Lestari Group, Alex P. Chandra, selaku moderator.

Dalam paparannya, Trisno menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengikis sekat ketat yang selama ini membedakan BPR dengan bank umum. Dengan biaya teknologi yang semakin terjangkau, BPR kini memiliki kapasitas yang sama untuk menghadirkan fitur-fitur digital mutakhir.

“Sekarang dengan semakin terjangkaunya teknologi, perusahaan BPR seperti kita bisa memiliki aplikasi yang sama canggihnya dengan bank umum,” tegas Trisno.

Namun, ia menekankan bahwa proses digitalisasi di Bank Lestari tidak berhenti pada aplikasi atau channel transaksi di lini depan semata. Penataan ulang secara menyeluruh juga diterapkan pada alur kerja administrasi di internal perusahaan.

“Kita berharap ke depan digitalisasi di BPR itu semakin menyeluruh. Bukan hanya channel-nya, tetapi proses-proses di dalamnya juga kita digitalisasikan sehingga proses kita bisa lebih efisien dan kita bisa memberikan value lebih besar kepada nasabah,” jelasnya.

Sebagai wujud nyata pembaruan teknologi, Bank Lestari resmi meluncurkan pembaruan pada lini layanan digitalnya. Aplikasi mobile banking untuk nasabah perorangan kini tampil dengan visual baru dan penyajian data yang lebih komprehensif.

Sementara untuk segmen korporasi, Bank Lestari memoles platform Lestari Net. Layanan internet banking ini sekarang dibekali jangkauan transaksi yang jauh lebih luas. Salah satu poin pengembangan utama yang diperkenalkan adalah kemampuan transaksi penarikan tunai yang terintegrasi langsung dengan seluruh jaringan ATM BCA di Indonesia.

“Ini semua merupakan bentuk komitmen kami untuk selalu up to date dari sisi teknologi dan layanan. Lestari saat ini sudah advance dan sudah sejajar dengan banking apps umum lainnya,” ujar Trisno.

Di saat bersamaan, Bank Lestari juga secara bertahap meniadakan penggunaan dokumen fisik dalam proses administrasi harian menuju era paperless. Langkah ini ditujukan untuk menggeser paradigma lama masyarakat yang selama ini menganggap BPR sekadar tempat meminjam uang atau menaruh deposito.

“Eksplorasi kami adalah mulai dengan kita luncurkan produk yang ini, mereka sudah mulai memakai rekening untuk transaksi mereka,” ungkap Trisno.

Transformasi digital ini beririsan langsung dengan visi besar Bank Lestari untuk mengambil peran lebih dominan dalam ekosistem transaksi perbankan harian masyarakat dan pelaku usaha di Bali.

Trisno berpendapat, amat disayangkan jika BPR hanya menyandarkan pertumbuhan bisnisnya pada dua fungsi tradisional: penyaluran kredit dan penghimpunan dana.

“Kalau kita hanya membatasi diri kita sebagai BPR, kayaknya mubazir. Sehingga kita mencoba ekspansi, menjadikan diri kita sebagai transaction banking,” ungkapnya.

Untuk mengeksekusi rencana tersebut, Bank Lestari menyiapkan mobile banking bagi nasabah individu dan Lestari Net bagi nasabah bisnis. Sisi produk pun ditopang dengan skema suku bunga yang lebih kompetitif serta kemudahan transaksi digital. Pada layanan tertentu di Lestari Net, bank ini bahkan menyediakan fasilitas bebas biaya transfer sesuai ketentuan produk yang berlaku.

Seiring pesatnya kemudahan transaksi, Trisno mengingatkan bahwa risiko keamanan siber menjadi tantangan utama yang wajib diantisipasi.

“Teknologi bisa membuat kita semakin mudah bertransaksi, tetapi teknologi juga memudahkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk lebih mudah mencuri uang kita dan data kita,” cetusnya.

Menanggapi potensi ancaman tersebut, Bank Lestari terus membentengi infrastruktur keamanannya sembari rutin mengirimkan pesan edukasi keamanan transaksi—seperti menjaga kerahasiaan password, PIN, OTP, serta imbauan menghindari download aplikasi mencurigakan—melalui email dan push notification.

Ia menekankan bahwa sistem keamanan memerlukan proteksi dua arah antara penyedia layanan dan nasabah.

“Kami sendiri berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan security. Namun kehati-hatian kami hanya bisa berkontribusi 50 persen, 50 persen ada pada bapak dan ibu sekalian sebagai penggunanya,” kata Trisno menegaskan.

Mengenai alasan di balik pemilihan tema bisnis China pada forum 8th Bali Business Round Table, Trisno menyebut pihaknya sangat mengagumi kecepatan revolusi digital serta daya tahan korporasi di Tiongkok dalam merebut pasar global.

Melalui wawasan yang dibagikan James Gwee, ia berharap para pelaku usaha lokal di Bali mendapatkan referensi taktis agar tetap tangguh di tengah krisis dan perubahan eksternal.

“Kami sangat terinspirasi oleh revolusi digital oleh pemerintah Tiongkok dan para pengusaha-pengusahanya. Bagaimana kondisi eksternal apa pun, kita mampu menghadapi kondisi eksternal tersebut,” tuturnya.

Tak hanya fokus pada bisnis dan teknologi, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan materi edukasi mengenai keamanan kendaraan listrik (electric vehicle). Langkah ini sejalan dengan kebijakan internal Bank Lestari yang secara bertahap telah mengonversi armada kendaraan operasionalnya ke kendaraan listrik guna mendukung reduksi emisi karbon di Bali.

Lewat penguatan fondasi digital, keamanan siber, dan komitmen keberlanjutan ini, Bank Lestari optimistis mampu menyajikan pengalaman transaction banking yang cepat, aman, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat Bali.

H

Henigun