Lewati ke konten utama
4 Menit Baca

Indonesia Raih Emas Pertama Asian Games 2026, Tim Bulutangkis Putra Taklukkan China 3-2

R

Redaksi

25 September 2026

Indonesia Raih Emas Pertama Asian Games 2026, Tim Bulutangkis Putra Taklukkan China 3-2

NAGOYA, SEPUTARBANK.COM – Indonesia akhirnya meraih medali emas pertama pada Asian Games 2026 melalui cabang olahraga bulutangkis beregu putra. Tim Indonesia sukses mengalahkan China dengan skor 3-2 dalam laga final yang berlangsung di Ichinomiya Municipal City Gymnasium, Nagoya, Jepang.

Kemenangan Indonesia ditentukan oleh tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah pada partai kelima. Zaki berhasil menaklukkan Weng Hong Yang melalui pertandingan dua gim dengan skor 23-21 dan 21-13.

Hasil tersebut sekaligus memastikan emas bulutangkis beregu putra kembali ke Indonesia setelah penantian selama 28 tahun. Sebelumnya, Indonesia harus tertinggal 0-2 setelah Jonathan Christie dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri gagal mengamankan kemenangan.

Jonathan Christie lebih dahulu menyerah kepada Shi Yu Qi dalam dua gim dengan skor 13-21 dan 18-21. Setelah itu, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus mengakui keunggulan Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 20-22, 21-19 dan 14-21.

Indonesia kemudian bangkit melalui penampilan Alwi Farhan. Alwi berhasil mengalahkan Li Shi Feng dalam pertandingan tiga gim dengan skor 23-21, 15-21 dan 21-16.

Momentum kebangkitan berlanjut pada sektor ganda. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses menundukkan He Ji Ting/Liu Yi dengan skor 23-21 dan 21-10. Kedudukan pun berubah menjadi 2-2 dan partai kelima menjadi penentu gelar juara.

Tampil sebagai penentu, Moh Zaki Ubaidillah mampu menjaga ketenangan hingga akhirnya memastikan kemenangan Indonesia. Zaki mengaku sempat diliputi ketegangan sebelum pertandingan dan meminta doa dari kedua orang tuanya.

“Perasaan campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga. Sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa,” ujar Zaki dalam keterangan yang dilansir dari situs resmi PBSI.

Foto: Tunggal Putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah.
Foto: Tunggal Putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah.

Zaki juga mengungkapkan dukungan rekan-rekan dan seluruh tim menjadi salah satu faktor yang membantunya mengatasi tekanan. Ia berusaha menjaga fokus dan memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia.

“Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung,” katanya.

Saat menghadapi situasi sulit pada gim pertama karena lawan lebih dahulu mendapatkan game point, Zaki berusaha mengendalikan pikirannya. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah ia mampu membalikkan keadaan dan merebut gim pertama.

“Di gim pertama setelah lawan game point duluan, pikiran saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan,” tutur Zaki.

Sementara itu, Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyambut keberhasilan tersebut dengan rasa syukur. Ia menyebut keberhasilan merebut emas beregu putra menjadi pencapaian penting karena Indonesia kembali meraih emas pada nomor tersebut setelah 28 tahun.

“Senang, bahagia, bersyukur di tahun 2026 ini, di kepengurusan Bapak Fadil Imran, medali emas Asian Games beregu putra kembali ke Indonesia setelah 28 tahun,” ujar Eng Hian.

Menurut Eng Hian, keberhasilan tersebut merupakan buah perjuangan dan kerja sama seluruh elemen tim, mulai dari atlet, pelatih, tim pendukung hingga jajaran pengurus PBSI.

“Ini semua adalah perjuangan dan kerja sama semua tim, tidak hanya dari atlet, pelatih dan tim pendukung, ini termasuk pengurus-pengurus semuanya. Yang tentunya kami selalu berkolaborasi, selalu berintegrasi untuk melakukan program-program yang terbaik,” katanya.

Foto: Tim Badminton Putra Indonesia di Asian Games 2026.
Foto: Tim Badminton Putra Indonesia di Asian Games 2026.

Eng Hian juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain yang mampu membalikkan keadaan setelah Indonesia tertinggal 0-2. Menurutnya, semangat pantang menyerah menjadi kekuatan penting tim Indonesia dalam pertandingan tersebut.

“Mengembalikan keadaan setelah tertinggal 0-2 adalah satu hal yang sangat-sangat kami apresiasi luar biasa. Perjuangan atlet-atlet kita, yang tidak pernah kenal kata menyerah, inilah kekuatan tim Indonesia,” ujar Eng Hian.

Ia menambahkan, pencapaian tim beregu putra dan putri sesuai dengan target yang telah ditetapkan. PBSI, kata Eng Hian, akan terus menjalankan program pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet terbaik.

Untuk nomor perorangan, Eng Hian meminta para pemain segera kembali fokus karena pertandingan berikutnya masih menanti.

“Euforia ini kita nikmati malam ini tapi besok sudah harus bersiap lagi. Tetap fokus, fight dan memberikan yang terbaik,” katanya.

Eng Hian turut menyampaikan apresiasi kepada tim Chef de Mission (CdM) yang memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan Asian Games 2026 di Nagoya.

Hasil Final Bulutangkis Beregu Putra Asian Games 2026

  1. Jonathan Christie vs Shi Yu Qi — 13-21, 18-21Indonesia kalah.
  2. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang — 20-22, 21-19, 14-21Indonesia kalah.
  3. Alwi Farhan vs Li Shi Feng — 23-21, 15-21, 21-16Indonesia menang.
  4. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs He Ji Ting/Liu Yi — 23-21, 21-10Indonesia menang.
  5. Moh Zaki Ubaidillah vs Weng Hong Yang — 23-21, 21-13Indonesia menang.

Dengan kemenangan 3-2 atas China, Indonesia resmi mengamankan medali emas bulutangkis beregu putra Asian Games 2026 sekaligus mengakhiri penantian 28 tahun untuk kembali berjaya di nomor tersebut.

R

Redaksi