Lewati ke konten utama
Nusantara 3 Menit Baca

OJK Solo dan Perbarindo Bersinergi Terjunkan Bantuan Air Bersih Bagi 1.561 KK Terdampak di Wonogiri

H

Henigun

11 September 2026

OJK Solo dan Perbarindo Bersinergi Terjunkan Bantuan Air Bersih Bagi 1.561 KK Terdampak di Wonogiri

WONOGIRI, SEPUTARBANK - Musim kemarau panjang berdampak kekeringan dan kekurangan air bersih di sejumlah wilayah di tanah air. Salah satunya di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Tak berdiam diri, dua lembaga sektor keuangan, Otomatis Jasa Keuangan (OJK) bersama Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) Solo Raya memberikan atensi dan respon nyata terhadap warga di wilayah tersebut.

Kedua lembaga ini menggelar aksi kemanusiaan berupa Bakti Sosial Bantuan Air Bersih dan Literasi Keuangan di Balai Desa Jatirejo, Selasa (8/9/2026).

Jajaran pejabat daerah dan perbankan, hadir pada kegiatan sosial tersebut, di antaranya Camat Giritontro Sangga Ota Kharisma, Kepala Desa Jatirejo Sutarno, Kepala Desa Tlogoharjo, Kepala Desa Tlogosari, serta Lurah Bayemharjo. Dari jajaran perbankan dan otoritas, hadir Kepala Bagian PUJK OJK Solo Heri Santosa mewakili Kepala Kantor OJK Solo, Ketua Perbarindo Solo Raya Titon Darmasto, serta para pimpinan BPR se-Solo Raya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Jatirejo, Sutarno, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian yang diberikan kepada warganya.

"Kami merasa senang dan bangga karena warga kami diberikan kesempatan untuk menerima bantuan air bersih yang akan sangat bermanfaat sekali. Harapan kami, dengan adanya bantuan ini, warga yang terdampak kekeringan bisa meringankan beban yang dihadapi bersama," ujar Sutarno penuh haru.

Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, memaparkan data mengenai sebaran dampak kekeringan di wilayahnya. Dari total tujuh desa di Kecamatan Giritontro, sebanyak empat desa terdampak cukup parah dengan rincian:

- Desa Tlogosari: 319 Kepala Keluarga (KK)

- Desa Jatirejo: 68 KK

- Desa Tlogoharjo: 557 KK

- Kelurahan Bayemharjo: 621 KK

Secara keseluruhan, warga yang terdampak kekeringan mencapai 1.561 KK.

"Alhamdulillah, Bupati Wonogiri, Bapak Setyo Soekarno, telah mendistribusikan 230 tangki air. Kemudian dari berbagai donatur CSR, kami mendapatkan total bantuan 442 tangki. Namun masih ada 1.119 warga kami yang belum mendapatkan bantuan," terang Sangga.

Melalui aksi sosial ini, OJK Solo dan Perbarindo Solo Raya menyalurkan bantuan sebanyak 80 tangki air bersih yang didistribusikan secara proporsional ke empat desa terdampak:

- Kelurahan Bayemharjo: 15 tangki

- Desa Tlogoharjo: 15 tangki

- Desa Tlogosari: 20 tangki

- Desa Jatirejo: 30 tangki

Di tengah penanganan darurat ini, Camat Sangga juga membawa angin segar terkait solusi jangka panjang yang sedang dipersiapkan oleh Pemkab Wonogiri.

"Bapak Bupati telah memprogramkan penyambungan dari Waduk Pidekso yang insyaallah terealisasi pada 2027–2028, dan dari Waduk Biterso akan disambungkan oleh PDAM agar ada solusi permanen," ungkapnya optimis.

Wujud Kepedulian dan Edukasi Keuangan

Sementara itu, Heri Santosa menegaskan bahwa aksi kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial OJK dan industri perbankan daerah dalam merespons musibah kekeringan.

"Tentu ini suatu kesempatan luar biasa bagi kami bisa berkolaborasi dengan warga di Giritontro. Kami dari OJK memiliki fungsi mengawasi seluruh industri jasa keuangan di Indonesia dan juga fungsi perlindungan konsumen," jelas Heri.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban harian masyarakat, sekaligus memohon doa agar OJK dan industri perbankan dapat terus tumbuh sehat untuk memberikan kemanfaatan yang lebih luas.

Sedangkan Ketua Perbarindo Solo Raya, Titon Darmasto, menambahkan bahwa bakti sosial ini merupakan program rutin tahunan asosiasi BPR se-Solo Raya.

"Selain sebagai lembaga yang mengelola uang masyarakat, kami juga memiliki keinginan untuk semakin dekat dengan masyarakat. Pada kesempatan hari ini, kami menyalurkan CSR bekerja sama dengan OJK Solo di tiga kabupaten, yakni Wonogiri, Sragen, dan Klaten," tutur Titon.

Dalam kesempatan tersebut, Titon turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan perbankan resmi di BPR karena seluruh anggotanya terdaftar dan diawasi secara ketat oleh OJK.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan bantuan air bersih secara simbolis kepada perwakilan warga dari empat desa terdampak, disusul dengan sesi edukasi dan literasi keuangan. Sinergi ini menjadi bukti nyata hadirnya lembaga keuangan, asosiasi perbankan, dan pemerintah daerah dalam membantu penanganan bencana sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat akan industri keuangan yang aman dan terpercaya.

H

Henigun