JAKARTA, SEPUTARBANK - Maybank Group melalui Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Maybank Indonesia Tbk, mengumumkan serangkaian langkah strategis untuk mempercepat integrasi ekosistem ekonomi halal
Langkah strategis menguatkan posisi Maybank sebagai mitra halal terpercaya (trusted halal partner) di Asia Tenggara ini, dirancang untuk membuka jalan bagi para pelaku usaha lokal menuju jaringan pasar internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara UUS Maybank Indonesia dengan Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian dalam ajang Halal Indonesia International Industry Expo di Tangerang. Momen penandatanganan ini sebagai wujud inisiatif UUS Maybank Indonesia di tingkat nasional.
Fokus pada lima pilar utama, kerja sama ini meliputi promosi industri, fasilitasi sertifikasi dan kapasitas usaha, akses pembiayaan syariah, edukasi industri, hingga pembukaan akses pasar dan jaringan bisnis.
Dalam momentum yang sama, Maybank Indonesia turut menyabet penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kemenperin untuk Kategori Lembaga Jasa Keuangan yang Memberikan Dukungan Program Halal (Subkategori Bank Terbaik).
Direktur UUS Maybank Indonesia, Romy Buchari, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan membangun kerangka kerja terpadu demi mendongkrak daya saing produk halal nasional.
“Indonesia menyimpan potensi besar sebagai pusat manufaktur dan perdagangan halal di tingkat regional. Kemitraan bersama Kemenperin menjadi bukti pendampingan kami agar pelaku usaha mampu naik kelas—mulai dari kemudahan akses pembiayaan, pengurusan sertifikasi, hingga penetrasi ke pasar global,” papar Romy.
Sementara pada level regional, penguatan ekosistem dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Maybank Singapore dan Gallant Venture Ltd. Kemitraan ini bertujuan mengembangkan Bintan Inti Halal Hub yang disokong solusi perbankan syariah guna menghubungkan rantai pasok industri halal di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Inisiatif regional tersebut mengusung empat pilar fokus: promosi investasi, penyediaan layanan perbankan syariah komprehensif, pengembangan kapasitas ekosistem, serta penguatan infrastruktur operasional (termasuk logistik dan sertifikasi). Melalui skema ini, para pengusaha dapat memanfaatkan fasilitas Free Trade Zone di Bintan, transaksi keuangan lintas batas, hingga akses pemasaran di Salaam Marketplace—platform B2B halal pertama di Malaysia.
Chief Executive Officer Maybank Singapore, Alvin Lee Han Eng, menggarisbawahi bahwa pertumbuhan ekonomi halal sangat bergantung pada konektivitas antarnegara.
“Sinergi ini memadukan keahlian perbankan syariah dan jaringan luas Maybank untuk membentangkan peluang bisnis lintas batas yang lebih masif di kawasan ASEAN bersama Gallant Venture,” ungkap Alvin.
Chief Executive Officer Gallant Venture, Eugene Park, menambahkan bahwa melalui konsep Singapore-Bintan twinning, Bintan Inti Halal Hub difungsikan sebagai basis manufaktur dan ekspor berefisiensi tinggi dengan mengombinasikan modal global Singapura serta fasilitas siap pakai di Bintan.
Langkah ekspansif ini dinilai Group Chief Executive Officer Islamic Banking & CEO Maybank Islamic Berhad, Yasin Abdullah, sejalan dengan strategi ROAR30 dalam memacu sektor riil sekaligus mengukuhkan kepemimpinan perbankan syariah Maybank di pasar ASEAN.