Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 3 Menit Baca

Dorong UMKM Naik Kelas, BPR Serang Tawarkan Kredit Tanpa Agunan hingga 10 Juta

H

Henigun

16 September 2026

Dorong UMKM Naik Kelas, BPR Serang  Tawarkan Kredit Tanpa Agunan hingga 10 Juta
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

SERANG, SEPUTARBANK - Para pedagang pasar di wilayah Kabupaten Serang, Banten, kini memiliki solusi menghadapi kendala permodalan.

PT BPR Serang memperluas jangkauan pembiayaan produktif yang ditujukan khusus bagi para pedagang pasar di wilayah Kabupaten Serang. Langkah ini diambil dalam upaya mendorong kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),

Inisiatif ini dihadirkan, mengingat kendala permodalan yang kerap membentengi para pelaku usaha kecil dalam mempertahankan maupun mengekspansi bisnis mereka.

Pinjaman modal usaha yang disediakan BPR Serang, mulai dari Rp100.000 hingga Rp10 juta, tanpa membebankan jaminan atau agunan apa pun. Fasilitasi ini diberikan lewat fasilitas Kredit Tambah Guna (KTG),

Direktur Bisnis PT BPR Serang, Teguh Iman Darmawan, mengungkapkan bahwa skema KTG ini memang dirancang khusus menyasar sektor UMKM skala mikro, dengan prioritas pedagang pasar tradisional.

"Pedagang-pedagang kecil sasaran kami. Angkanya seratus sampai dengan Rp10 juta itu tanpa agunan," terang Teguh, Selasa (15/9/2026).

Besaran limit kredit tersebut, lanjut Teguh, masih dapat ditingkatkan jika calon debitur menyertakan agunan serta memenuhi kualifikasi kelayakan analisis kredit.

Bagi UMKM yang dinilai potensial dan berprospek baik, nilai pinjaman yang disalurkan BPR Serang bahkan bisa menembus hingga Rp100 juta.

"Kalau tanpa agunan ini sampai dengan Rp10 juta. Bisa lebih apabila memang punya agunan, sampai Rp100 juta juga bisa kalau memang dia layak untuk UMKM," jelasnya.

Menurut Teguh, segmen pedagang pasar menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar lantaran sebarannya yang merata di berbagai pelosok Kabupaten Serang. Kesiapan jaringan kantor cabang BPR Serang di pelbagai wilayah pun siap mengoptimalkan jangkauan layanan ini.

Di samping memutar dana masyarakat lewat simpanan tabungan dan deposito, bank milik Pemkab Serang ini berkomitmen menyalurkan kembali dana publik tersebut menjadi pembiayaan yang produktif.

"Selain mereka nabung, kami juga tawarkan untuk menambah modal mereka. Ada produk kami, Kredit Tambah Guna, itu khusus untuk UMKM mikro kecil," tambahnya.

Dalam menyosialisasikan fasilitas kredit ini, BPR Serang menerapkan metode door-to-door dengan mendatangi langsung para pedagang di tempat usahanya.

Para petugas lapangan diterjunkan ke area pasar untuk memberikan edukasi produk sekaligus mendata para pedagang yang membutuhkan suntikan modal.

Sebagai proyek percontohan (pilot project), program penjemputan bola ini mulai diuji coba pada dua wilayah operasional, yakni Cabang Pontang dan Carenang.

Teguh menyebut antusiasme para pedagang pasar di dua kawasan tersebut sangat tinggi, ditandai dengan banyaknya berkas pengajuan kredit yang telah masuk.

"Sementara ini saya sampel di dua tempat, di dua cabang Pontang sama Carenang. Alhamdulillah sudah banyak yang masuk juga," ungkap Teguh.

Melihat respons pasar yang positif, BPR Serang bersiap mereplikasi serta memperluas cakupan program ini ke seluruh kecamatan di Kabupaten Serang.

"Secara keseluruhan kami sudah instruksikan. Kenapa kami ambil dua sampel dulu, untuk melihat sejauh mana antusiasnya. Ternyata memang begitu antusias," tuturnya.

Melalui kemudahan prosedur dan skema pinjaman yang terjangkau, BPR Serang berharap produk ini menjadi solusi finansial yang realistis bagi para pedagang kecil yang terkendala modal.

"Kami lihat banyak sekali pedagang yang mengeluh kekurangan modal. Makanya kami tawarkan juga, karena kami ini salah satu perbankan yang dimiliki Kabupaten Serang," ia menegaskan.

Teguh menggarisbawahi bahwa program KTG ini tidak sekadar mengejar target penyaluran kredit semata, tetapi menjadi wujud komitmen BPR Serang dalam mengerek kelas UMKM di daerah.

Dengan kemudahan akses dana ini, para pedagang diharapkan mampu menambah stok dagangan, memperbesar daya tampung usaha, hingga memperluas skala bisnis secara berkelanjutan.

"Harapannya mereka bisa berkembang. Bisa berkembang usahanya sehingga ekonomi khususnya di Kabupaten Serang ini bisa bagus," tutup Teguh.

H

Henigun