Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 4 Menit Baca

Bank BPR Kanti Kehilangan Salah Satu Perintis, I Ketut Sudama Berpulang

H

Henigun

16 September 2026

Bank BPR Kanti Kehilangan Salah Satu Perintis, I Ketut Sudama Berpulang
Perintis Bank BPR Kanti, I Ketut Sudama berpulang.(Foto: Istimewa)

GIANYAR BALI, SEPUTARBANK - Kabar duka datang dari BPR di Pulau Dewata, salah satu pendiri utama Bank BPR Kanti, I Ketut Sudama, mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (14/9/2026).

Duka mendalam pun menyelimuti keluarga besar Bank BPR Kanti. Kepergian almarhum meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam, baik bagi sanak keluarga maupun jajaran internal bank.

I Ketut Sudama, dalam hidupnya merupakan sosok yang mencatatkan peran penting dalam sejarah awal pendirian Bank BPR Kanti. Bersama para tokoh perintis lainnya, almarhum turut meletakkan fondasi utama hingga lembaga keuangan tersebut mampu berkembang pesat seperti sekarang.

Direktur Utama Bank BPR Kanti, Made Arya Amitaba, mengungkapkan kepergian almarhum memberikan duka yang sangat personal. Selain sebagai sosok kunci di BPR Kanti, almarhum merupakan paman kandungnya—adik dari sang ayah.

"Bagi saya, beliau bukan hanya salah satu pendiri utama Bank BPR Kanti. Beliau adalah Om saya, adik dari Bapak saya. Jadi kehilangan ini bukan hanya kehilangan secara kelembagaan, tetapi juga kehilangan yang sangat pribadi bagi keluarga kami," ungkap Amitaba.

Bagi Amitaba, perjalanan tumbuh besarnya sebuah lembaga tidak lepas dari keberanian, pengorbanan, serta keyakinan para perintisnya sejak awal berdiri.

Para pendiri dinilainya sebagai generasi tangguh yang berani menanam benih meski hasil belum tampak, mengawali langkah di tengah ketidakpastian, dan bertahan saat menghadapi masa-masa sulit.

"Bank BPR Kanti yang kita lihat hari ini tidak lahir begitu saja. Ada keringat, keberanian, pengorbanan, dan keyakinan para pendiri di dalamnya. Almarhum I Ketut Sudama adalah salah satu bagian penting dari perjalanan itu," lanjutnya.

Amitaba mengibaratkan almarhum sebagai salah satu fondasi akar dari pohon besar Bank BPR Kanti. Seiring membesarnya institusi, peran pendiri tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan arah perjalanan bank.

"Pohon boleh semakin tinggi, batangnya boleh semakin kuat, dahannya semakin banyak, dan daunnya semakin rindang. Tetapi sebesar apa pun pohon itu tumbuh, kita tidak boleh melupakan akar yang membuatnya mampu berdiri. Salah satu akar Bank BPR Kanti adalah I Ketut Sudama," tegasnya.

Perumpamaan tersebut ditegaskan Amitaba bukan sekadar basa-basi penghormatan. Sejarah serta jasa pendiri harus terus melekat pada identitas BPR Kanti meski tongkat estafet kepemimpinan terus berganti. Dalam pandangannya, kepemimpinan merupakan proses berlanjut: ada generasi merintis, membangun, hingga yang dipercaya menjaga dan membesarkan.

"Ada generasi yang merintis, ada generasi yang membangun, dan ada generasi yang mendapat tanggung jawab untuk menjaga serta membesarkannya. Almarhum telah menyelesaikan bagian perjalanan beliau. Sekarang tugas kami adalah melanjutkan apa yang sudah dirintis," papar Amitaba.

Selaku pimpinan tertinggi, Amitaba menegaskan tanggung jawab generasi penerus tidak terbatas pada pengembangan sisi bisnis semata. Lebih jauh, nilai-nilai, semangat, serta misi sosial untuk memberi kemanfaatan bagi publik yang diwariskan para perintis wajib terus dijaga.

Bentuk penghormatan tertinggi kepada para pendiri, menurutnya, adalah memastikan bank rintisan mereka terus hidup, tumbuh sehat, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

"Nama beliau mungkin tidak selalu disebut dalam setiap rapat, tidak selalu tertulis dalam setiap laporan, dan tidak selalu hadir dalam setiap kegiatan. Tetapi jejak perjuangan beliau akan tetap hidup dalam perjalanan Bank BPR Kanti," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amitaba turut menyampaikan salam perpisahan dan penghormatan terakhir bagi sang paman yang telah berjasa besar dalam keluarga maupun kelangsungan BPR Kanti.

"Terima kasih, Om Ketut, atas keberanian untuk memulai. Terima kasih atas perjuangan yang telah diberikan. Terima kasih karena telah menjadi bagian penting dari sejarah keluarga kami dan sejarah Bank BPR Kanti," ucapnya.

Ia merenungkan bahwa muara perjalanan hidup seseorang terletak pada makna serta warisan yang ditinggalkan bagi sesama.

"Warisan terbesar seorang manusia bukanlah semata-mata apa yang ia miliki ketika hidup, tetapi apa yang masih tetap hidup dan memberi manfaat setelah dirinya tiada. Dan salah satu warisan hidup almarhum hari ini adalah Bank BPR Kanti," pungkas Amitaba.

Seluruh keluarga besar Bank BPR Kanti memanjatkan doa agar segala karma baik, pengabdian, dan rekam jejak kebaikan almarhum I Ketut Sudama menjadi jalan menuju kedamaian abadi. Perintis itu kini telah berpulang ke hadirat Sang Pencipta, namun pohon yang pernah ditanamnya dipastikan terus dirawat, tumbuh, dan menebar manfaat luas.

H

Henigun