SEPUTARBANK JAKARTA - Lembaga perbankan yang satu ini berupaya menghormati para pahlawan negeri yang telah berjasa untuk tanah air. Mulai dari para veteran, atlet berprestasi, hingga ahli waris prajurit TNI yang gugur di medan tugas. Untuk itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN, mendirikan 30 unit hunian khusus untuk mereka.
Inisiatif sosial ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN yang direalisasikan lewat sinergi bersama Rumah Cahaya (Noor House) di bawah naungan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia (PHSI), berlokasi di wilayah Serang, Banten.
Sejumlah sosok legendaris yang pernah membawa nama Indonesia di kancah olahraga internasional tercatat sebagai penerima bantuan perumahan ini, di antaranya tokoh tinju kawakan Ellyas Pical serta mantan pesepak bola nasional Rully Adolf Nere.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, untuk menyukseskan pembangunan 30 unit rumah yang dilengkapi fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) tersebut, BTN mendanai proyek ini dengan total anggaran mencapai Rp8 miliar.
"Nilainya enggak mahal-mahal amat, 8 miliar rupiah. Rumahnya lumayan, dua lantai, 30 unit beserta fasum-fasos tentu saja, enggak cuma bangunan," kata Nixon.
Nixon menyampaikan hal ini usai melangsungkan agenda penyerahan Sertifikat Hak Milik (SHM) di kantor pusat BTN, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Skema Rumah Cahaya ini, ia menerangkan, dihadirkan sebagai solusi alternatif bagi kalangan masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam menggapai akses pembiayaan kepemilikan rumah konvensional seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
"Karena enggak semua segmen itu bisa pake KPR, enggak semua segmen itu bisa pake mencicil atau mengkredit," tuturnya.
Pengerjaan proyek 30 unit tempat tinggal ini sebenarnya sudah digulirkan sejak tahun sebelumnya. Penentuan figur penerima bantuan didasarkan pada besarnya kontribusi dan pengabdian yang telah mereka berikan kepada tanah air.
"Kita identifikasi ada 30 nama. Dari sisi jasa kita tahu mereka sangat berjasa, dan kita tau mereka pernah mengharumkan nama bangsa. Pernah berjuang jadi pejuang, jadi veteran, keluarga dari veteran, keluarga dari pejuang," jelasnya lebih lanjut.
Melihat keberhasilan agenda ini, Nixon membuka ruang untuk melanjutkan serta memperluas jangkauan program TJSL serupa ke depannya, terutama bagi sosok-sosok berjasa yang pengorbanannya mulai tergerus zaman.
"Kita juga tadi melihat ke depannya ada peluang kita lakukan ini kepada para pejuang-pejuang yang namanya hari ini terlupakan," tutup Nixon.