YOGYAKARTA, SEPUTARBANK.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas pengembangan ekosistem keuangan syariah melalui kolaborasi strategis dengan PT Mentari Bayt Coin (MBC), entitas bisnis di bawah naungan Muhammadiyah.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi emas berbasis syariah sekaligus membuka peluang pengembangan produk dan layanan digital di sektor tersebut.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BSI dan MBC dalam rangkaian Grand Launching MBC Gold di Ballroom SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho, didampingi Regional Chief Executive Officer (RCEO) Region VII Semarang BSI Ficko Hardowiseto.
Acara tersebut turut disaksikan sejumlah pimpinan Muhammadiyah, antara lain Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sekaligus Komisaris Utama PT MBC Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., serta Direktur Utama PT Mentari Bayt Coin Prof. Dr. Jebul Suroso.
Dalam rilis yang dikutip Seputarbank, Selasa (22/09/2026) dalam kanal resmi BSI, Ade Cahyo Nugroho mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya BSI memperluas diversifikasi produk investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
“Kerja sama BSI dengan Mentari Bayt Coin merupakan bagian dari upaya masif perseroan untuk memperkuat ekosistem emas di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, BSI tidak sekadar menyediakan layanan, tetapi berupaya menghadirkan nilai tambah dan trusted value bagi masyarakat luas, khususnya basis warga Muhammadiyah, sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Cahyo.
Kembangkan Produk Co-Branding BSI Gold
Dalam kerja sama tersebut, BSI dan MBC akan mengembangkan serta menerbitkan produk co-branding BSI Gold dengan identitas khusus Muhammadiyah.
Kolaborasi juga mencakup peluang integrasi sistem teknologi dan aplikasi digital untuk mendukung proses penerbitan, transaksi, hingga layanan purnajual produk tersebut.
Dari sisi pemasaran, kedua pihak akan mengoptimalkan berbagai kanal promosi, baik digital maupun non-digital. Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan produk di tengah ekosistem masyarakat Muhammadiyah.
Rangkaian Grand Launching MBC Gold juga diisi dengan peluncuran aplikasi online MBC serta kampanye mass download aplikasi Maskita. Para tamu yang terdiri atas tokoh Muhammadiyah, akademisi, dan pelaku sektor keuangan turut mengikuti sesi Gold Experience & Networking.
Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi mengenai aplikasi investasi sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai literasi emas dari tim MBC.
BSI menilai kolaborasi dengan MBC dapat menjadi salah satu model pengembangan ekosistem emas yang mengintegrasikan layanan perbankan syariah, investasi emas, teknologi digital, serta jaringan komunitas.
“Penandatanganan MoU hari ini merupakan titik tolak dari kolaborasi yang lebih agresif ke depannya. BSI sangat optimistis sinergi bersama Mentari Bayt Coin akan terus terekskalasi, baik dari dimensi inovasi produk, digitalisasi layanan, penetrasi pemasaran, hingga bermuara pada penguatan ekosistem emas syariah nasional,” pungkas Cahyo.