BANJARNEGARA, INFOMEDIA Nasional - Realisasi Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loans (NPL) di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara
berada di atas batas Rencana Bisnis Bank (RBB) Agustus 2026, yang dipatok sebesar 43,28%. Angka ini juga masih terlampau jauh dari target penurunan NPL pada RBB Desember 2026 mendatang di angka 38,65%.
Meski angka NPL tergolong tinggi, laporan manajemen menunjukkan adanya tren perbaikan yang positif hingga Agustus ini melalui langkah restrukturisasi dan recovery (penyelesaian kredit).
Persoalan rasio kredit bermasalah tersebut mengemuka dalam pertemuan intensif antara Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah dan jajaran manajemen BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara pada Rabu (23/9/2026).
Pimpinan BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara, Adi Saputra, memaparkan bahwa pihaknya terus melakukan terobosan untuk menekan angka NPL tersebut secara bertahap.
“Sudah ada perkembangan yang positif karena adanya perbaikan dengan tujuan mengembalikan status kredit macet menjadi kredit lancar kembali. Kami juga melakukan recovery melalui jalur litigasi, eksekusi agunan, penagihan aktif, serta hapus buku. Langkah-langkah ini kami tempuh demi memangkas tingkat NPL,” tegas Adi di hadapan jajaran Komisi C.
Merespons kondisi tersebut, Komisi C DPRD Jateng menginstruksikan agar penanganan serta penagihan kredit bermasalah dijadikan fokus prioritas manajemen di sisa kuartal tahun ini.
“Untuk mencapai target tersebut, masih perlu penanganan intensif terhadap kinerja keuangannya,” ujar Ketua Komisi C DPRD Jateng, Bambang Haryanto, saat memimpin diskusi bersama jajaran direksi BPR pelat merah tersebut.
Senada dengan hal itu, Anggota Komisi C, Asrar, menekankan pentingnya eksekusi solusi yang taktis demi membenahi capaian indikator keuangan bank.
“Harus ada strategi yang efektif agar pada saat pelaporan keuangan nanti, kinerja keuangannya bisa semakin membaik. PR besarnya kurang lebih ada di situ,” tegas Asrar.
Capaian Aset, Kredit, dan Penghimpunan Dana
Di luar tantangan rasio NPL, laporan keuangan BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara menunjukkan perkembangan pembukuan aset dan penghimpunan dana yang cukup dinamis per Agustus 2026:
Total Aset: Terealisasi sebesar Rp79,72 miliar, atau menyentuh 88,52% dari target RBB Desember 2026 sebesar Rp90,06 miliar.
Penghimpunan Deposito: Tercatat mencapai Rp19,38 miliar. Angka ini memenuhi 93,81% dari target RBB Agustus serta 91,53% dari target RBB Desember 2026 yang dipatok sebesar Rp21,17 miliar.
Penyaluran Kredit: Realisasi pencairan kredit membukukan angka Rp80,97 miliar, atau telah memenuhi 86,88% dari target RBB Desember 2026 sebesar Rp93,21 miliar.
Penghimpunan Tabungan: Mengantongi angka Rp56,54 miliar, setara dengan 93,27% terhadap target RBB Agustus (Rp60,62 miliar) dan 88,50% dari target RBB Desember 2026 (Rp63,89 miliar).
Menyikapi sisa waktu operasional di tahun ini, manajemen BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara memilih untuk mengambil langkah selektif dan berhati-hati dalam mengekspansi kucuran kredit baru.
“Untuk proyeksi penyaluran kredit, kami masih sangat hati-hati. Saat ini fokus kami khususkan untuk membenahi kinerja keuangan agar target yang dicanangkan tetap dapat tercapai,” pungkas Adi Saputra.
BPR BKK Banjarnegara Didesak Tebar Strategi Khusus Penanganan Kredit Macet
BANJARNEGARA, INFOMEDIA Nasional - Realisasi Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loans (NPL) di BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara
berada di atas batas Rencana Bisnis Bank (RBB) Agustus 2026, yang dipatok sebesar 43,28%. Angka ini juga masih terlampau jauh dari target penurunan NPL pada RBB Desember 2026 mendatang di angka 38,65%.
Meski angka NPL tergolong tinggi, laporan manajemen menunjukkan adanya tren perbaikan yang positif hingga Agustus ini melalui langkah restrukturisasi dan recovery (penyelesaian kredit).
Persoalan rasio kredit bermasalah tersebut mengemuka dalam pertemuan intensif antara Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah dan jajaran manajemen BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara pada Rabu (23/9/2026).
Pimpinan BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara, Adi Saputra, memaparkan bahwa pihaknya terus melakukan terobosan untuk menekan angka NPL tersebut secara bertahap.
“Sudah ada perkembangan yang positif karena adanya perbaikan dengan tujuan mengembalikan status kredit macet menjadi kredit lancar kembali. Kami juga melakukan recovery melalui jalur litigasi, eksekusi agunan, penagihan aktif, serta hapus buku. Langkah-langkah ini kami tempuh demi memangkas tingkat NPL,” tegas Adi di hadapan jajaran Komisi C.
Merespons kondisi tersebut, Komisi C DPRD Jateng menginstruksikan agar penanganan serta penagihan kredit bermasalah dijadikan fokus prioritas manajemen di sisa kuartal tahun ini.
“Untuk mencapai target tersebut, masih perlu penanganan intensif terhadap kinerja keuangannya,” ujar Ketua Komisi C DPRD Jateng, Bambang Haryanto, saat memimpin diskusi bersama jajaran direksi BPR pelat merah tersebut.
Senada dengan hal itu, Anggota Komisi C, Asrar, menekankan pentingnya eksekusi solusi yang taktis demi membenahi capaian indikator keuangan bank.
“Harus ada strategi yang efektif agar pada saat pelaporan keuangan nanti, kinerja keuangannya bisa semakin membaik. PR besarnya kurang lebih ada di situ,” tegas Asrar.
Capaian Aset, Kredit, dan Penghimpunan Dana
Di luar tantangan rasio NPL, laporan keuangan BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara menunjukkan perkembangan pembukuan aset dan penghimpunan dana yang cukup dinamis per Agustus 2026:
Total Aset: Terealisasi sebesar Rp79,72 miliar, atau menyentuh 88,52% dari target RBB Desember 2026 sebesar Rp90,06 miliar.
Penghimpunan Deposito: Tercatat mencapai Rp19,38 miliar. Angka ini memenuhi 93,81% dari target RBB Agustus serta 91,53% dari target RBB Desember 2026 yang dipatok sebesar Rp21,17 miliar.
Penyaluran Kredit: Realisasi pencairan kredit membukukan angka Rp80,97 miliar, atau telah memenuhi 86,88% dari target RBB Desember 2026 sebesar Rp93,21 miliar.
Penghimpunan Tabungan: Mengantongi angka Rp56,54 miliar, setara dengan 93,27% terhadap target RBB Agustus (Rp60,62 miliar) dan 88,50% dari target RBB Desember 2026 (Rp63,89 miliar).
Menyikapi sisa waktu operasional di tahun ini, manajemen BPR BKK Jateng Cabang Banjarnegara memilih untuk mengambil langkah selektif dan berhati-hati dalam mengekspansi kucuran kredit baru.
“Untuk proyeksi penyaluran kredit, kami masih sangat hati-hati. Saat ini fokus kami khususkan untuk membenahi kinerja keuangan agar target yang dicanangkan tetap dapat tercapai,” pungkas Adi Saputra.