Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 3 Menit Baca

Bebaskan Pelaku Usaha dari Jerat Rentenir, BPR Kerta Raharja Gemilang Gencarkan Sosialisasi Gebyar UMKM Tangerang Gemilang

H

Henigun

2 September 2026

Bebaskan Pelaku Usaha dari Jerat Rentenir, BPR Kerta Raharja Gemilang Gencarkan Sosialisasi Gebyar UMKM Tangerang Gemilang
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

SEPUTARBANK TANGERANG - PT BPR Kerta Raharja Gemilang melakukan langkah nyata dalam memperluas jangkauan pembiayaan aman bagi para pedagang kecil. BPR milik Pemerintah Kabupaten Tangerang ini secara aktif mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan akses permodalan legal sekaligus menjauhi jeratan rentenir.

Dengan menyasar para pelaku usaha mikro setempat, pelaksanaan sosialisasi program pembiayaan ini dipusatkan di Aula KH. Achmad Solehudin, kawasan Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, pada Selasa (1/9/2026).

Di hadapan para pemilik usaha lokal Cilongok dan sekitarnya yang memadati lokasi, jajaran manajemen BPR Kerta Raharja Gemilang memaparkan secara menyeluruh keunggulan Kredit Mikro Raharja. Pelaku usaha disuguhkan berbagai kemudahan prosedur serta deretan fasilitas promo yang disiapkan khusus untuk mendukung penambahan modal maupun ekspansi bisnis perdesaan.

Kepala Bagian Operasional BPR Kerta Raharja Gemilang, Abdul Ghani, menerangkan bahwa hadirnya Gebyar UMKM Tangerang Gemilang bertujuan memangkas hambatan masyarakat mikro dalam mengakses dana usaha resmi yang terjangkau.

“Program Gebyar UMKM Kabupaten Tangerang ini kami hadirkan untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha. Calon nasabah dapat memperoleh fasilitas kredit dengan suku bunga promo sebesar 0,5 persen per bulan dengan jangka waktu hingga 12 bulan,” terang Abdul Ghani.

Besar harapan pengelola bank, skema bunga murah serta alur pengajuan yang fleksibel ini sanggup membuka ruang gerak yang lebih luas bagi pegiat UMKM untuk memacu daya saing bisnis mereka.

“Kami berharap program ini dapat meringankan beban pelaku usaha sekaligus membantu mereka menambah modal untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usahanya,” tandasnya.

Inisiatif perbankan ini menuai respons positif dari Ketua Satgas Rentenir, M. Mahrusillah. Menurut pengamatannya, penyebaran informasi seputar pinjaman yang aman dan berizin resmi menjadi amunisi krusial untuk membentengi warga dari cengkeraman pemberi pinjaman ilegal.

“Sosialisasi ini sangat penting bagi para pelaku usaha di lingkungan kami. Kehadiran program dari BPR Kerta Raharja Gemilang menjadi solusi yang baik bagi mereka yang membutuhkan tambahan modal, sehingga tidak harus mencari permodalan melalui rentenir,” papar Mahrusillah.

Ia membeberkan fenomena di lapangan di mana sebagian pelaku usaha mikro terpaksa mengambil suntikan dana dari entitas bodong akibat keterbatasan informasi. Ujung-ujungnya, pola penagihan yang tidak beretika dari para rentenir kerap memicu tekanan mental dan keresahan sosial di tengah permukiman.

“Kami melihat masih ada beberapa pelaku usaha yang mendapatkan permodalan dari lembaga yang tidak resmi. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menimbulkan keresahan, salah satunya dalam proses penagihan,” ungkapnya mendeskripsikan kondisi riil warga.

Mengakhiri tanggapannya, ia mengimbau agar sosialisasi semacam ini dapat ditindaklanjuti secara berkesinambungan. Dengan begitu, makin banyak pedagang kecil di kawasan Cilongok yang terserap ke dalam sistem keuangan inklusif, terjangkau, dan sesuai porsi kebutuhan usaha mereka.

“Harapannya, dengan akses modal yang tepat, usaha masyarakat dapat berkembang, produktivitas meningkat, dan pada akhirnya turut memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Tangerang,” tutup Mahrusillah menutup pembicaraan.

H

Henigun