Lewati ke konten utama
Nusantara 2 Menit Baca

Peduli Korban Bencana, Pemprov Jatim dan Bank Jatim Serahkan Bantuan untuk Warga NTT

H

Henigun

25 August 2026

Peduli Korban Bencana, Pemprov Jatim dan Bank Jatim Serahkan Bantuan untuk Warga NTT
Pemprov Jatim bersama Bank Jatim membantu warga NTT terdampak bencana. (Foto : istimewa).

SEPUTARBANK SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) tak tutup mata terhadap bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepedulian tersebut ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan, dengan memberikan bantuan bagi korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, menyaksikan langsung penyerahan bantuan tersebut.

Dalam aksi tanggap bencana ini, dukungan disalurkan melalui dua jalur utama, yakni dukungan internal Kelompok Usaha Bank atau KUB (Bank Jatim), yang menyalurkan donasi senilai Rp250 juta hasil penggalangan dana karyawan (Jatimers). Bantuan ini ditujukan khusus bagi pegawai Bank NTT—sebagai sesama anggota KUB yang turut menjadi korban bencana.

Untuk bantuan logistik BPBD dan Posko Bencana, Bank Jatim menyerahkan paket kebutuhan pokok bagi warga terdampak melalui BPBD Jatim, meliputi beras, makanan kaleng (kornet dan sarden), susu, pampers, hingga perlengkapan sanitasi wanita.

Sedangkan bantuan Logistik Skala Besar, Pemprov Jatim mengirimkan bantuan logistik seberat 65,7 ton dengan total nilai mencapai Rp3 miliar. Paket bantuan yang dirancang sesuai hasil asesmen tim medis di lapangan ini mencakup bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan bayi dan wanita, peralatan mandi, hingga sarana darurat seperti tenda, terpal, dan kompor.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan pada Senin (24/8/2026) bahwa langkah ini merupakan wujud solidaritas antaranggota KUB sekaligus komitmen nyata perseroan untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Khofifah memastikan penyaluran bantuan telah disesuaikan dengan kebutuhan mendesak para korban di lokasi pengungsian agar penanganan dampak bencana berjalan optimal.

H

Henigun