SEPUTARBANK PARIGI SULTENG - PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Binarta Luhur menuaikan kewajiban yang ditetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.
Sebagaimana diatur dalam Pasal 11, 12, dan 13 POJK tersebut, setiap Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) wajib menyusun serta melaporkan program tahunan kegiatan literasi dan inklusi keuangan kepada OJK minimal satu kali dalam satu semester.
Direktur Kepatuhan Bank BPR Binarta Luhur, Silvia Mardiana Sidabutar, mengungkapkan, sebagai bagian dari bagian dari kewajiban pelaksanaan POJK tersebut, pihaknya berkomitmen untuk memperluas akses layanan sekaligus mengedukasi masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah.
Silvia menyatakan bahwa program edukasi ini tidak diposisikan sekadar untuk menggugurkan kewajiban regulasi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk mencerdaskan masyarakat dalam mengelola risiko keuangan.
"Literasi dan inklusi keuangan merupakan tanggung jawab bersama agar masyarakat paham manfaat, risiko, biaya, serta hak dan kewajibannya sebelum menggunakan layanan jasa keuangan," ujar Silvia.
Silvia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai makin maraknya modus kejahatan siber dan penipuan digital—seperti pinjaman online ilegal, perjudian online, investasi bodong, pembajakan kode OTP, hingga pautan/aplikasi palsu. Masyarakat diingatkan untuk memegang teguh prinsip 2L (Legal dan Logis).
Ia menerangkan, Legal adalah memastikan izin lembaga dan produknya terdaftar resmi di OJK. Sedangkan Logis adalah menolak tawaran keuntungan besar atau instan yang tidak masuk akal. Ia mengingatkan juga, agar masyarakat ketat dalam menjaga kerahasiaan data.
"Jangan pernah membagikan PIN, kata sandi, kode OTP, nomor CVV kartu, atau mengklik pautan asing dari nomor tak dikenal," tegasnya.
Sebagai bentuk nyata penyediaan akses keuangan yang terjangkau dan transparan, bank lokal yang telah berkiprah selama 33 tahun ini menyediakan berbagai fasilitas simpanan dan pembiayaan bagi calon debitur, seperti menghadirkan Tabungan Binarta dan Tabungan Luhur, serta fasilitas deposito dengan tawaran suku bunga hingga 6,25% per tahun.
Selain itu, kata dia, BPR Binarta Luhur juga menawarkan produk pinjaman untuk modal usaha produktif, biaya pendidikan, hingga kebutuhan konsumtif, lengkap dengan program promo bunga mulai dari 0% (sesuai kriteria analisis kelayakan dan ketentuan berlaku).
Sedangkan fasilitas transparansi Informasi, masih dijelaskannya, petugas bank BPR Binarta Luhur berkewajiban menjelaskan secara terperinci mengenai suku bunga, jangka waktu, biaya, serta konsekuensi kesepakatan sebelum calon nasabah menandatangani perjanjian.
BPR Binarta Luhur terus memperkuat jaringan pelayanan di sejumlah wilayah strategis Sulawesi Tengah, meliputi Kabupaten Parigi Moutong, Kota Palu, Kabupaten Morowali Utara, hingga Kabupaten Morowali (termasuk titik layanan di Sumbersari, Sausu, Kasimbar, Palu, Kotaraya, Morowali, dan Bahodopi).
Melalui keterbukaan informasi, perlindungan data nasabah, serta penanganan pengaduan yang responsif, BPR Binarta Luhur berkomitmen menjadi mitra tepercaya bagi masyarakat Sulawesi Tengah dalam membangun masa depan keuangan yang aman dan sejahtera.
Silvia menambahkan, kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Industri Jasa Keuangan, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat, dapat terus diperkuat agar tingkat literasi dan inklusi keuangan semakin meningkat. BPR Binarta Luhur akan terus mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi dan memperluas akses keuangan kepada masyarakat.
"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai tempat menyimpan dana dan memperoleh pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam merencanakan masa depan keuangan yang lebih aman, sehat, dan sejahtera,” tutup Silvia.