SEPUTARBANK, MATARAM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah Dinar Ashri atau Bank Dinar di tingkat nasional. Hingga Juli 2026, Bank Dinar mencatatkan total aset mencapai Rp2,6 triliun sekaligus berhasil meraih peringkat pertama kinerja terbaik BPR Syariah untuk kategori aset di atas Rp250 miliar.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Dinar Ashri, Mustaen, berupa trofi dan sertifikat BPR Syariah Award 2026 dalam rangkaian Rakornas HIMBARSI 2026 yang berlangsung di Solo, 20–22 Agustus 2026.
BPR Syariah Award 2026 merupakan program HIMBARSI sebagai bentuk apresiasi terhadap industri BPR Syariah yang menunjukkan kinerja terbaik. Dalam proses penilaiannya, HIMBARSI menggandeng pihak eksternal independen sehingga penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kualitas kinerja dan tata kelola BPR Syariah.
Kinerja Keuangan Bank Dinar Tetap Solid
Pencapaian Bank Dinar semakin menarik jika melihat sejumlah indikator kinerja keuangannya. Hingga Juli 2026, Bank Dinar berhasil membukukan laba bersih sekitar Rp30 miliar dengan Return on Assets (ROA) sebesar 2,93 persen.
Dari sisi efisiensi, BOPO Bank Dinar tercatat 76,66 persen. Angka tersebut menunjukkan kemampuan bank dalam menjaga efisiensi operasional di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berlangsung.
Sementara itu, kualitas pembiayaan juga mampu dipertahankan pada level yang sangat baik. Hal tersebut tercermin dari Net Non-Performing Financing (NPF) yang hanya sebesar 0,20 persen.
Sedangkan dari permodalan, Bank Dinar memiliki fondasi yang kuat. Rasio KPMM atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 19,92 persen, yang menunjukkan kapasitas permodalan yang memadai dalam menopang pertumbuhan sekaligus menghadapi berbagai potensi risiko.
Direktur Utama Bank Dinar Ashri, Mustaen dalam keteranganya kepada Seputarbank, Sabtu (22/08/2026), mengatakan pencapaian tersebut tidak semata-mata mencerminkan pertumbuhan aset, tetapi juga menunjukkan kemampuan manajemen dalam menjaga kualitas bisnis ketika perusahaan berkembang dalam kecepatan tinggi.
“Dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, Bank Dinar tetap mampu menjaga kualitas seluruh sektor keuangan dalam kondisi terbaik. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan kesehatan bank dapat berjalan secara beriringan,” terangnya.
Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa pertumbuhan Bank Dinar berjalan dengan pengelolaan risiko yang terukur.
“Hal ini terus kami jaga secara konsisten. Artinya, manajemen berhasil mengelola Bank Dinar dengan kecepatan tinggi, namun tetap ditopang oleh kemampuan manajemen risiko yang baik,” kata Mustaen.
.jpg)
Bank Dinar Jadi Inspirasi BPRS Nasional
Keberhasilan meraih peringkat pertama kinerja terbaik BPRS nasional sekaligus mencatatkan aset Rp2,6 triliun menjadi gambaran bahwa industri BPRS memiliki peluang pertumbuhan yang besar.
Bank Dinar tidak hanya mampu meningkatkan skala bisnis dari sisi aset, tetapi juga mempertahankan profitabilitas, efisiensi operasional, kualitas pembiayaan, serta kecukupan modal.
Mustaen menilai pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi industri BPRS di Indonesia.
“Keberhasilan Bank Dinar menjadi BPRS terbesar secara nasional memberikan inspirasi bahwa sepanjang dikelola dengan baik, BPRS bisa menjadi besar dan menjadi pilihan utama masyarakat,” ungkapnya.
Bank Dinar Raih Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik
Tak hanya meraih penghargaan atas kinerja keuangan, BPR Syariah Dinar Ashri juga mendapatkan apresiasi dalam kategori Keterbukaan Informasi Publik pada ajang BPR Syariah Award 2026.
Bagi Mustaen, penghargaan tersebut memiliki arti penting. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian dari komitmen Bank Dinar untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan terbuka dengan masyarakat.
“Ini menandakan bahwa kehadiran kami diterima oleh masyarakat,” tandasnya.
Dua penghargaan tersebut sekaligus memperkuat posisi Bank Dinar sebagai salah satu BPRS yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhatikan aspek tata kelola dan keterbukaan kepada publik.
Pertumbuhan Tinggi, Risiko Tetap Terkendali
Penghargaan BPR Syariah Award 2026 menjadi momentum bagi Bank Dinar untuk mempertahankan tren kinerja positif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.
Dengan aset yang telah mencapai Rp2,6 triliun, laba bersih sekitar Rp30 miliar, ROA 2,93 persen, BOPO 76,66 persen, Net NPF 0,20 persen, serta KPMM 19,92 persen, Bank Dinar menunjukkan bahwa ekspansi bisnis dapat berjalan beriringan dengan penerapan prinsip kehati-hatian.
Hasil tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pertumbuhan BPRS tidak harus mengorbankan kualitas pembiayaan maupun kesehatan keuangan. Dengan manajemen yang kuat dan pengelolaan risiko yang baik, BPRS memiliki peluang untuk terus tumbuh dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan layanan keuangan berbasis syariah.