SEPUTARBANK, BANTEN – Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Muamalah Cilegon menyelenggaran pelatihan Sales Skill dan Marketing kepada karyawan sebagai langkah untuk menambah bekal keilmuan dalam memberikan pelayana prima kepada nasabah.
Diselenggarakan di Kantor Pusat pada Sabtu, 11 Juli 2026, pelatihan ini diisi oleh Wakil Ketua Umum Himbarsi Muhammad Haikal, S.TP., M.M., C.I.R.B.D. yang juga menjadi direktur utama BPRS di wilayah Garut.
Adib Daenuri Direktur BPRS Muamalah Cilegon atau lebih populer dengan nama Bank Syariah Muamalah mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi langkah dari perusahaan untuk meningkatkan skill para karyawan terutama yang berada pada unit bisnis dan frontliner yang setiap hari bertatap muka dengan para nasabah.
”Kami mengakomodasi para karyawan dengan pelatihan ini supaya pelayanan prima bisa dilaksanakan dengan baik kepada nasabah. Mereka setiap hari berinteraksi dengan nasabah maka menjaga citra perusahaan dengan pelayanan yang prima,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Muhammad Haikal pemateri pelatihan menguraikan bahwa sumber daya insani perusahaan yang berada di garda depan perusahaan terutama para sales dan marketing dituntut menjalankan Service Excellence atau pelayanan prima.
”Bila ini dijalankan dengan baik maka akan berdampak pada pertumbuhan bisnis perusahaan. Maka sangat penting sekali karyawan Bersikap ramah, sopan, dan profesional untuk mengetahui solusi dari kebutuhan nasabah serta menangin keluhan dengan baik dan cepat,” terangnya.
Selain itu pula, karyawan harus menjaga interaksi yang baik kepada nasabah agar nama baik perusahaan terjaga baik secara langsung maupun digital. Era saat ini, dua hal ini bisa membawa dampak baik dan buruk perusahaan tergantung pada interaksi nasabah.
”Reputasi perusahaan sangat penting dan dijaga karena bisa membawa dampak positif bagi perusahaan untuk semakin dipercaya oleh nasabah dan masyarakat pada umumnya,” kilas Haikal.
Sebagai tambahan informasi Bank Syariah Muamalah merupakan bank pembiayaan rakyat syariah yang didirikan pada tahun 1994 oleh para ulama dan tokoh banten di Cilegon dan telah selama 32 tahun di tahun 2026.(KR)