SEPUTARBANK SEMARANG - Dalam upaya mewujudkan visi sebagai bank perekonomian rakyat (BPR) terbesar di Jawa Tengah, PT Bank Arto Moro terus memperkokoh fondasi bisnisnya.
Untuk mencapai visi ini, Bank Arto Moro melakukan sejumlah langkah strategis, diantaranya perombakan struktur organisasi, pelantikan Komite Audit, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Penguatan internal ini dikemas dalam ajang ‘Pelatihan & Pengembangan SDM serta Pelantikan Struktur Perusahaan’ yang berlangsung di Villa Resort & Retreat Center Bank Arto Moro, Bandungan, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (18/7/2026). Seluruh jajaran mulai dari Komisaris, Direksi, Pejabat Eksekutif, hingga jajaran staf turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Langkah korporasi ini hadir sebagai wujud kepatuhan terhadap arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penyesuaian struktur organisasi difokuskan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat, berdaya tahan, serta konsisten menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Prosesi pengangkatan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Komisaris Utama didampingi Komisaris Independen Bank Arto Moro. Pembenahan struktur ini diproyeksikan dapat mengoptimalkan fungsi pengawasan, manajemen risiko, serta efisiensi operasional secara berkesinambungan.
Direktur Utama Bank Arto Moro, Darmawan, S.Sos., M.M., menekankan bahwa pembenahan internal ini vital untuk menjaga arah ekspansi perusahaan.
"Penguatan organisasi ini merupakan langkah strategis agar Bank Arto Moro mampu tumbuh secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik. Kami ingin memastikan seluruh fungsi perusahaan berjalan secara profesional, efektif, dan sesuai dengan ketentuan regulator," jelas Darmawan.
Sebagai bagian dari konsolidasi organisasi, manajemen melantik sejumlah posisi kunci:
1. Medijanto Suharsono, S.H. dan Mohammad Imam dilantik sebagai Anggota Komite Audit guna memperketat pengawasan internal, transparansi, serta akuntabilitas operasional.
2. Dr. Tukinu, S.H., M.Hum., M.Si. dipercaya mengemban tugas sebagai In House Lawyer sekaligus Person In Charge (PIC) Penanganan Kredit Bermasalah untuk area Solo Raya dan sekitarnya.
3. Indardi, S.H. memegang amanah baru sebagai Manajer Villa sekaligus PIC Tabungan wilayah Kabupaten Semarang.
4. Revie Komalasari ditunjuk sebagai PIC Program Deposito Funcation.
Tidak hanya merombak jajaran kepemimpinan, agenda tersebut juga diisi dengan pelatihan berskala besar bagi seluruh lini kerja. Pada kesempatan yang sama, Bank Arto Moro meresmikan platform pembelajaran digital berbasis Learning Management System (LMS) sebagai wadah pengembangan keterampilan pegawai yang mandiri dan berkelanjutan.
Program pelatihan dirancang komprehensif merespons tantangan perbankan modern. Materi yang diberikan mencakup peningkatan standar service excellence, pengasahan daya pikir kritis, aspek hukum dan kerahasiaan data bank, hingga strategi taktis penanganan pembiayaan bermasalah.
Darmawan menambahkan, penguatan kapasitas modal insani merupakan kunci utama pendukung ekspansi jangka panjang. Dengan sinergi antara SDM yang adaptif dan tata kelola yang makin solid, perusahaan siap memberikan layanan keuangan terbaik dan tepercaya bagi publik.
"Kami yakin bahwa pengembangan karakter dan pengalaman pada setiap karyawan akan membawa manfaat jangka panjang bagi perusahaan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan SDM yang unggul dan tata kelola yang semakin kuat, kami optimistis Bank Arto Moro dapat terus bertumbuh dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah," pungkasnya.