SEPUTARBANK, JAKARTA – The Trust Layer of Indonesian Insurance (IDRN) menawarkan sebuah gagasan baru bagi industri asuransi Indonesia dengan mengangkat pertanyaan, "Bagaimana jika industri asuransi memiliki momen seperti BI-Fast?" Menurutnya, transformasi yang pernah terjadi di sektor perbankan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan infrastruktur digital di sektor asuransi.
Founder IDRN Nadhif Fauzi menjelaskan bahwa sebelum BI-Fast hadir, transfer antarbank di Indonesia masih bergantung pada koneksi bilateral yang terpisah. Setiap institusi harus membangun dan memelihara koneksi masing-masing sehingga ekosistem menjadi lebih kompleks dan kurang efisien.
Kehadiran BI-Fast kemudian memperkenalkan pendekatan baru melalui sebuah shared infrastructure yang memungkinkan seluruh bank peserta terhubung melalui satu jalur yang sama tanpa mengurangi kemandirian masing-masing institusi.
Menurut Nadhif, kondisi serupa saat ini masih dapat ditemukan di industri asuransi. Berbagai proses seperti verifikasi polis, validasi klaim, deteksi fraud, hingga pertukaran data masih banyak dilakukan melalui sistem yang terpisah.
"Proses verifikasi yang sama sering kali diulang oleh berbagai pihak, sementara pola fraud yang melintasi batas perusahaan menjadi lebih sulit dideteksi," ujar Nadhif.
Berangkat dari kondisi tersebut, ia mengajukan sebuah pertanyaan mendasar mengenai kemungkinan perusahaan-perusahaan asuransi terhubung melalui sebuah neutral trust layer tanpa harus kehilangan kendali atas sistem maupun data nasabah mereka.
"Pertanyaan itulah yang menginspirasi lahirnya IDRN," katanya.
Nadhif menegaskan bahwa visi IDRN bukan untuk menggantikan peran perusahaan asuransi, melainkan membangun sebuah shared trust infrastructure atau infrastruktur kepercayaan bersama yang dapat mendukung ekosistem industri secara menyeluruh.
Menurutnya, platform tersebut dirancang untuk memungkinkan proses verifikasi yang lebih aman, pertukaran data yang terstandarisasi, serta kolaborasi intelijen lintas perusahaan dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat deteksi fraud di industri asuransi Indonesia.
Ia menambahkan, IDRN saat ini masih terus dikembangkan sebagai sebuah konsep sekaligus platform yang diharapkan dapat menjadi fondasi kolaborasi di masa depan.
"Kami terbuka untuk berdiskusi dengan perusahaan asuransi, regulator, asosiasi, mitra teknologi, maupun siapa saja yang memiliki visi yang sama untuk membangun masa depan infrastruktur asuransi yang lebih terhubung," tutup Nadhif.