SEPUTARBANK JEMBER JATIM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember melakukan upaya memperkuat ketahanan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS). Upaya demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berkelanjutan tersebut, adalah dengan melakukan evaluasi kinerja industri dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Semester I Tahun 2026 serta Penguatan Kapasitas Pegawai BPR/BPRS yang dilaksanakan di Yogyakarta, pekan lalu, menghadirkan para pengurus serta jajaran pegawai BPR/BPRS dari seluruh wilayah kerja OJK Jember, yakni kawasan Sekarkijang (mencakup eks-Karesidenan Besuki dan Kabupaten Lumajang).
Langkah ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan Blueprint Pengembangan Sumber Daya Manusia Sektor Jasa Keuangan (SDM SJK). Melalui program ini, OJK berkomitmen mencetak SDM yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga lincah beradaptasi di tengah dinamika industri keuangan yang kian kompleks.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menegaskan pentingnya menyelaraskan peningkatan kinerja bisnis dengan pembenahan kualitas SDM serta tata kelola lembaga. Menurutnya, fondasi SDM yang kokoh adalah kunci utama untuk menjaga kelangsungan bisnis, memperluas akses inklusi keuangan, dan meningkatkan mutu pelayanan publik di daerah.
Sektor UMKM Jadi Tumpuan Utama
Aris membeberkan bahwa hingga Mei 2026, performa BPR dan BPRS di wilayah Sekarkijang berada di jalur positif. Roda pembiayaan tetap tumbuh subur dengan total penyaluran kredit menembus Rp2,17 triliun—meningkat 4,28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year). Sektor Perdagangan Besar dan Eceran tercatat sebagai penyumbang kontribusi paling dominan.
Pencapaian ini mempertegas peran vital perbankan daerah dalam menggerakkan perekonomian lokal. Dari total kredit yang disalurkan, Kabupaten Jember memimpin dengan porsi terbesar senilai Rp989,58 miliar, disusul Kabupaten Banyuwangi yang mencatatkan penyaluran sebesar Rp267,08 miliar.
Melihat potensi tersebut, OJK mengimbau jajaran BPR/BPRS agar terus jeli menangkap peluang ekonomi lokal, khususnya dengan memperbesar porsi pembiayaan produktif ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian wilayah.
Selain fokus pada pengembangan SDM dan bisnis, forum evaluasi tersebut turut membedah berbagai isu krusial demi menjaga kesehatan BPR/BPRS secara menyeluruh. Pembahasan mencakup strategi penguatan modal, penerapan Good Corporate Governance (GCG), efektivitas perlindungan konsumen, hingga penyusunan rencana aksi keuangan berkelanjutan.