Bank Jago dan BFI Finance Buka Suara Soal Rumor Merger, Ini Penjelasannya

Bank Jago dan BFI Finance Buka Suara Soal Rumor Merger, Ini Penjelasannya

SEPUTARBANK JAKARTA - Kabar terkait dugaan rencana penggabungan usaha (merger) antara PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) masih ramai jadi pembicaraan di pasar. Para investor pun menantikan kepastian terkait kemungkinan aksi korporasi tersebut.

Guna memberikan kejelasan bagi para investor, kedua emiten tersebut menyampaikan klarifikasi tertulis melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Spekulasi mengenai rencana penggabungan usaha (merger) itu akhirnya mendapat respons resmi. Guna memberikan kejelasan bagi para investor, kedua emiten tersebut menyampaikan klarifikasi tertulis melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini diambil setelah pihak otoritas bursa melayangkan surat permintaan klarifikasi bernomor S-08220/BEI.PP3/07-2026 pada tanggal 10 Juli 2026.

Bank Jago Bantah Adanya Info Aksi Korporasi dan Pendekatan Investor

Melalui surat jawaban resmi tertanggal 13 Juli 2026, Manajemen Bank Jago menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada informasi material apa pun yang dapat dibagikan kepada publik terkait isu konsolidasi dengan BFI Finance.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bank Jago, Tjit Siat Fun, menyatakan bahwa perseroan sama sekali tidak mengetahui perihal rumor adanya pendekatan dari investor asing maupun lembaga keuangan tertentu seperti yang santer diberitakan media akhir-akhir ini.

"Perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai adanya rencana merger antara Bank Jago dengan BFI Finance Indonesia, maupun mengenai pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu sebagaimana diberitakan," ujar Tjit Siat Fun dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (14/7).

Tjit Siat Fun memaparkan lebih lanjut bahwa segala bentuk keputusan strategis yang menyangkut kepemilikan saham sepenuhnya berada di bawah wewenang para pemegang saham. Oleh karena itu, posisi Bank Jago bukan kapasitasnya untuk mengomentari pergerakan di level pemegang kendali.

Pihak manajemen juga memastikan operasional perseroan tetap berjalan normal dan tidak ada kejadian material lain yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham ARTO secara tidak wajar.

BFI Finance Sebut Keputusan Berada di Tangan Pemegang Saham

Senada dengan Bank Jago, PT BFI Finance Indonesia Tbk juga meluruskan isu yang berkembang di lantai bursa. Direktur BFI Finance, Sudjono, menyatakan bahwa pihak manajemen belum menerima informasi resmi apa pun mengenai wacana merger tersebut.

"Dalam hal ini, BFI Finance belum memiliki informasi mengenai isu merger sebagaimana diberitakan. Perseroan juga tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas maupun keputusan yang menjadi kewenangan para pemegang saham," tegas Sudjono.

Sudjono menggarisbawahi komitmen BFI Finance sebagai perusahaan terbuka yang patuh pada regulasi pasar modal. Ia memastikan setiap aksi korporasi yang bersifat material pasti akan diumumkan ke publik sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hingga surat tanggapan dikirimkan, manajemen BFIN menegaskan kelangsungan bisnis perseroan tidak terganggu dan tidak ada sentimen internal tersembunyi yang memengaruhi fluktuasi harga saham BFIN di bursa. Melalui klarifikasi dari kedua belah pihak ini, diharapkan spekulasi di pasar dapat mereda dan memberikan kepastian arah bagi para investor.