Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 3 Menit Baca

Borong Dua Penghargaan Nasional di IDTI Awards 2026, Bank Jombang Transformasi Digital hingga Level Desa

H

Henigun

6 November 2026

Borong Dua Penghargaan Nasional di IDTI Awards 2026, Bank Jombang Transformasi Digital hingga Level Desa
Bank Jombang menerima dua gelar bergengsi sekaligus dalam ajang IDTI Awards 2026 yang digelar di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, Jumat (30/10/2026).(Foto: Istimewa)

JOMBANG, SEPUTARBANK - PT BPR Bank Jombang (Perseroda) sukses memborong dua gelar bergengsi sekaligus dalam ajang Indonesia Digital Technology & Innovation (IDTI) Awards 2026 yang digelar di Millennium Hotel Sirih, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Keberhasilan ini wujud Bank milik Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut telah melakukan langkah agresif dalam memodernisasi layanan perbankan, dan menuai pengakuan di tingkat nasional.

Kedua penghargaan tersebut adalah Best Smart Technology Innovation of the Year 2026 atas terobosan teknologi layanannya, serta The Best Inspiring CEO in Digital Transformation of the Year 2026 yang disematkan kepada Direktur Utama Bank Jombang, Afandi Nugroho.

Afandi mengungkapkan, salah satu terobosan utama yang menyita perhatian dewan juri adalah keberhasilan perseroan mengintegrasikan pengelolaan Rekening Kas Desa (RKD) ke dalam ekosistem perbankan digital. Inovasi ini ditopang penuh oleh aplikasi mobile banking My Bank Jombang serta fasilitas tarik tunai tanpa kartu (cardless ATM) yang tersebar di berbagai kantor cabang, kantor kas, hingga titik-titik strategis.

“Integrasi rekening kas desa dengan layanan digital ini menjadi salah satu terobosan kami untuk memperkuat ekonomi pedesaan, sekaligus memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku UMKM dan mitra desa,” ujar Afandi.

Lebih dari sekadar mempermudah nasabah, digitalisasi transaksi kas desa terbukti mendongkrak efisiensi operasional perbankan secara signifikan. Penerapan transaksi nontunai memangkas kebutuhan distribusi maupun penyediaan uang fisik dalam jumlah besar ke unit-unit kantor.

“Dengan adanya rekening kas desa nontunai, kami tidak perlu mengirimkan uang dalam jumlah besar, baik ke kantor cabang maupun kantor kas. Penggunaan transaksi nontunai juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan uang tunai bisa diminimalkan,” jelasnya.

Selain efisien, sistem pencatatan transaksi secara otomatis dan digital ini juga memperkuat aspek transparansi serta akuntabilitas tata kelola keuangan di tingkat desa. Melalui langkah ini, masyarakat pedesaan diharapkan semakin terbiasa beradaptasi dengan ekosistem keuangan digital.

Strategi Mitigasi NPL Berbasis Kecerdasan Buatan

Di tengah pencapaian transformasi digital tersebut, Afandi tidak menampik bahwa industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) saat ini masih dibayangi tantangan kenaikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Perlambatan daya beli masyarakat, naiknya biaya operasional usaha, hingga tekanan pada sektor UMKM turut memengaruhi kelancaran pembayaran kewajiban debitur.

“Tekanan terhadap UMKM masih cukup terasa. Biaya-biaya meningkat, daya beli melemah, sementara proses penjualan agunan melalui lelang terkadang juga terkendala karena tidak ada pembeli,” paparnya.

Merespons dinamika tersebut, Bank Jombang memperketat mitigasi risiko melalui penyaringan analisis kelayakan kredit yang lebih selektif dan peningkatan kualitas penagihan. Inovasi teknologi kembali dikedepankan dengan mengadopsi Loan Origination System (LOS) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna memastikan penyaluran kredit lebih akurat dan berkualitas.

Di sisi hilir, perseroan juga mengoptimalkan pemasaran aset agunan kredit bermasalah secara digital melalui laman resmi infolelang.bankjombang.co.id agar menjangkau calon pembeli yang lebih luas.

“Penguatan manajemen risiko tidak hanya melalui pengetatan analisis kredit dan penagihan. Kami juga memanfaatkan teknologi agar proses pemberian kredit lebih berkualitas. Debitur yang usahanya masih memiliki prospek juga tetap kami dampingi,” terang Afandi.

Raihan dua trofi nasional ini menjadi pemacu semangat bagi jajaran Bank Jombang untuk terus memperluas inovasi digital dan menjaga tata kelola perusahaan yang sehat, dengan fokus utama menghadirkan akses keuangan yang inklusif bagi masyarakat desa serta pelaku ekonomi daerah.

H

Henigun