Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 4 Menit Baca

Peserta Melonjak 58,8 Persen, 170 Masjid Ramaikan Sragen MasjidPreneur Fest 2026

R

Redaksi

20 September 2026

Peserta Melonjak 58,8 Persen, 170 Masjid Ramaikan Sragen MasjidPreneur Fest 2026

SRAGEN, SEPUTARBANK.COM — Semangat menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat terus berkembang di Kabupaten Sragen. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Sragen MasjidPreneur Fest 2026 mencatat peningkatan jumlah peserta sebesar 58,8 persen, dengan total 170 masjid yang mengikuti program tersebut.

Ratusan masjid tersebut kini memasuki tahapan Bootcamp, yang menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan pengembangan kapasitas para peserta. Pelaksanaan Bootcamp dibagi menjadi dua batch untuk memberikan ruang pembelajaran dan pendampingan yang lebih optimal.

Bootcamp Batch 1 telah berlangsung pada 12–13 September 2026, sementara Batch 2 dilaksanakan pada 19–20 September 2026 di Masjid Raya Al Falah Sragen. Seluruh rangkaian bootcamp diberikan secara gratis kepada peserta.

Fakhruddin Nur  Direktur Utama BPR Syariah Sukowati Sragen Perseroda mengatakan, peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian dan antusiasme masjid untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi.

“Tahun kedua ini kita melihat antusiasme yang semakin besar. Ada 170 masjid yang ikut serta, atau meningkat 58,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak masjid yang ingin bergerak tidak hanya dalam kegiatan ibadah, tetapi juga dalam pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Fakhruddin Nur.

Menurutnya, pembagian Bootcamp menjadi dua batch dilakukan agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman dan belajar dari praktik yang telah dilakukan masjid peserta pada tahun sebelumnya.

Belajar dari Masjid Pemenang

Salah satu agenda utama dalam Bootcamp adalah Sharing Success Story, yang menghadirkan perwakilan masjid pemenang Sragen MasjidPreneur 2025.

Dua masjid yang hadir sebagai narasumber pengalaman adalah Masjid Fatkhul Karomah, Dalangan, Masaran, sebagai Juara 1 kategori Masjid Berdaya, serta Masjid Al Fattah Puro, Karangmalang, sebagai Juara 1 kategori Ide Bisnis.

Kehadiran para pemenang tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung bagaimana gagasan pemberdayaan dapat dikembangkan dan diterapkan di lingkungan masjid.

Fakhruddin menilai pengalaman dari para pemenang penting karena peserta membutuhkan contoh konkret yang dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan program di masjid masing-masing.

“Kami ingin peserta tidak hanya mendapatkan teori. Mereka juga perlu melihat contoh nyata dari masjid yang sudah menjalankan program dan berhasil mengembangkan potensinya. Harapannya, pengalaman tersebut bisa menjadi inspirasi yang kemudian disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing masjid,” katanya.

Selain Sharing Success Story, Bootcamp Sragen MasjidPreneur Fest 2026 dikemas dalam empat sesi utama. Materi pertama membahas pengalaman dan praktik keberhasilan masjid. Sesi berikutnya membahas kemasjidan dan tata kelola masjid, kemudian dilanjutkan dengan pengelolaan keuangan serta model bisnis berbasis masjid.

Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan proposal dan teknik presentasi sebagai persiapan menghadapi tahapan berikutnya dalam kompetisi.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Masjid Subuh Qur'an. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, serta semangat peserta selama mengikuti rangkaian program.

Dapat Dukungan Pemkab Sragen

Pelaksanaan Bootcamp Batch 2 turut dihadiri Bupati Sragen, Sigit Pamungkas. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan masjid sebagai salah satu ruang pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sragen memberikan motivasi kepada para peserta agar berani mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing masjid.

Dukungan tersebut juga diharapkan dapat mendorong para takmir dan pemuda masjid untuk menghadirkan berbagai inovasi serta kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat di lingkungan sekitar.

Fakhruddin menambahkan, Sragen MasjidPreneur Fest tidak diarahkan semata-mata sebagai sebuah kompetisi. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan gerakan bersama untuk mendorong lahirnya masjid yang lebih aktif dan produktif.

“Harapannya, Sragen MasjidPreneur Fest ini tidak berhenti pada kompetisi. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, pengalaman, dan gagasan yang diperoleh selama proses ini benar-benar diterapkan di masjid masing-masing sehingga memberikan manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat,” tutur Fakhruddin.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 170 masjid, Sragen MasjidPreneur Fest 2026 menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan dan potensi pemberdayaan berbasis masjid.

Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola masjid, membangun kegiatan ekonomi, menyusun model bisnis, hingga mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Masjid pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemberdayaan umat, pengembangan sumber daya manusia, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Semangat tersebut terangkum dalam tema yang diusung Sragen MasjidPreneur Fest 2026: “Masjid Berdaya, Ekonomi Berjaya.”

R

Redaksi