LAMPUNG, SEPUTARBANK.COM – Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (DPW HIMBARSI) Lampung menggelar training and workshop bertema “Strategi BPR Syariah Tumbuh Sehat dan Berkelanjutan: Sinergi Bisnis, Risiko, Kepatuhan dan Digitalisasi.”
Kegiatan yang berlangsung di Oceva Resto & Villa, Sabtu (19/09/2026) tersebut diikuti jajaran direksi BPR Syariah se-Lampung. Acara dibuka oleh Kepala OJK Lampung yang diwakili Mohamad Ridwan, selaku Manager Senior Pengawas Divisi Pengawasan LJK 1.
Ketua DPW HIMBARSI Lampung, Suryanti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran BPRS di Lampung untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi tantangan bisnis sekaligus menjaga pertumbuhan yang sehat.
“Kami, BPR Syariah se-Lampung, mengedepankan kolaborasi untuk sama-sama tumbuh dengan baik. Dengan bersinergi antardireksi, akan terbuka berbagai peluang kerja sama yang dapat saling menumbuhkan dan memperkuat bisnis,” ujar Suryanti.
Menurutnya, penguatan kapasitas dan pertukaran pengalaman antarpelaku industri menjadi penting untuk mendorong BPRS di Lampung agar semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan industri perbankan syariah.
Workshop tersebut menghadirkan Slamet Sulistiono, praktisi perbankan syariah sekaligus Kepala Divisi Bank Jateng Syariah, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mendapatkan wawasan mengenai strategi pengembangan bisnis perbankan syariah.
Suryanti berharap pengalaman dan perjalanan bisnis Bank Jateng Syariah dapat menjadi referensi yang relevan bagi BPRS di Lampung dalam mengembangkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
“Kami ingin mendapatkan sharing dari perjalanan bisnis Bank Jateng Syariah yang bisa kami contoh dan kembangkan di Lampung,” katanya.
Sementara itu, Mohamad Ridwan Manager Senior Pengawas Divisi Pengawasan LJK 1 menyampaikan bahwa perkembangan BPRS di Lampung hingga saat ini masih berada dalam kondisi yang tergolong sehat dan baik. Karena itu, ia mendorong BPRS untuk terus memperkuat kerja sama dan menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi industri.
“Kami menyarankan dan mengajak BPRS yang bergabung dalam HIMBARSI untuk menginisiasi produk bersama, khususnya di Lampung,” ungkap Ridwan.
Dorongan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antar-BPRS, baik dalam pengembangan produk maupun penguatan ekosistem bisnis syariah di daerah.
Melalui kegiatan ini, DPW HIMBARSI Lampung menegaskan pentingnya sinergi antara aspek bisnis, manajemen risiko, kepatuhan dan digitalisasi sebagai bagian dari upaya membangun BPRS yang semakin kuat, sehat dan berkelanjutan.