Lewati ke konten utama
Bank 3 Menit Baca

Harpropnas Fest 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Solusi Cari Rumah Hingga Simulasi KPR dalam Satu Ekosistem

H

Henigun

10 September 2026

Harpropnas Fest 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Solusi Cari Rumah Hingga Simulasi KPR dalam Satu Ekosistem
Pembukaan Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 yang didukung balé by BTN dan Rumah123, di Grand Atrium Kota Kasablanka Rabu (9/9/2026).(Foto: Istimewa)

JAKARTA, SEPUTARBANK - Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 yang didukung oleh balé by BTN dan Rumah123, resmi dibuka pada Rabu (9/9/2026). Gelaran ini didorong pemikiran akan mendesaknya kebutuhan masyarakat akan hunian.

Fakta saat ini, bahwa berburu hunian kini tak sekadar soal menemukan rumah idaman, namun kemampuan mencicil, pilihan pembiayaan, hingga kemudahan mengakses informasi menjadi pertimbangan yang tak kalah krusial.

Harprpnas yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, menjadi ajang tahunan yang diinisiasi sejak 2018 ini menghadirkan pengalaman online-to-offline bagi masyarakat yang sedang berburu hunian. Beragam pilihan properti disajikan, mulai dari rumah baru, rumah second, KPR take over, hingga rumah lelang.

Di tengah tantangan kepemilikan hunian, akses pembiayaan menjadi salah satu kunci penting—terutama bagi Generasi Z dan milenial yang baru memasuki fase pencarian rumah dan perlu menyesuaikan pilihan dengan kemampuan finansial mereka.

SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Thomas Wahyudi, menyampaikan bahwa kolaborasi antara BTN dan Rumah123 merupakan terobosan untuk memberikan opsi yang lebih luas kepada masyarakat. Konsumen tidak hanya diajak mencari rumah, tetapi juga diajari mengukur kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan pembiayaan.

"Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya," ungkap Thomas.

Thomas menambahkan, BTN dan Rumah123 membangun ekosistem terpadu agar calon pembeli dapat mengetahui estimasi cicilan sekaligus tingkat kelayakan KPR mereka. Dengan demikian, keputusan membeli rumah didasarkan pada kesiapan finansial yang matang, bukan sekadar keinginan belaka.

Kemudahan akses pembiayaan ini turut didorong lewat digitalisasi layanan. Thomas menjelaskan bahwa BTN tidak hanya mengandalkan jaringan kantor cabang dan service center, melainkan juga memperkuat layanan berbasis digital dengan menggabungkan konsep online-to-offline dan offline-to-online.

"Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center," terang Thomas.

Penguatan kanal digital tersebut diwujudkan melalui super app balé by BTN. Fitur unggulannya, Bale Properti, dikembangkan sebagai ekosistem layanan properti terintegrasi. Lewat fitur ini, calon nasabah memperoleh beberapa kemudahan, seperti:

- Mencari pilihan hunian sesuai kriteria.

- Melakukan simulasi pembiayaan secara mandiri.

- Mengajukan KPR serta memantau status persetujuan secara real-time, dan

- Mengakses kebutuhan furnitur dan perlengkapan rumah melalui mitra yang tersedia.

Thomas menegaskan bahwa pengembangan fitur ini dirancang berdasarkan kebutuhan nyata para nasabah, khususnya anak muda. "Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, CMO 99 Group, Bharat Buxani, menambahkan bahwa kebutuhan setiap calon pemilik rumah sangat beragam. Ada yang baru mulai mencari, ada yang fokus menghitung kemampuan finansial, hingga mereka yang membutuhkan solusi atas KPR yang sedang berjalan.

"Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan," tutup Bharat.

H

Henigun