Lewati ke konten utama
Bank 4 Menit Baca

Dipercaya Fasilitasi Rekening Bank Seluruh Masyarakat, BSI (BRIS) Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

H

Henigun

9 September 2026

Dipercaya Fasilitasi Rekening Bank Seluruh Masyarakat, BSI (BRIS) Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

JAKARTA, SEPUTARBANK - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) adalah salah satu bank yang dipercaya pemerintah RI untuk memfasilitasi penyediaan rekening bank bagi seluruh lapisan masyarakat. Kepercayaan ini atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan perbankan nasional, termasuk membuka rekening di BSI.

Atas kepercayaan tersebut, BRIS pun menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan dan amanah dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,

Apresiasi itu disampaikan Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, yang menegaskan kesiapan pihaknya dalam menjalankan arahan Presiden RI guna memfasilitasi penyediaan rekening bank bagi seluruh lapisan masyarakat.

Anggoro mengingatkan, BSI berkomitmen menjaga amanah tersebut dengan memperkokoh ekosistem keuangan syariah nasional melalui penyediaan layanan yang mudah dijangkau, jaringan operasional yang luas, serta akselerasi transformasi digital. Langkah ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam bertransaksi, menabung, berinvestasi, hingga memperoleh pembiayaan yang berlandaskan prinsip syariah.

Ia menjelaskan, guna mendukung kemudahan akses, BSI saat ini ditopang oleh 1.130 kantor cabang yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Selain itu, proses pembukaan rekening dapat dilakukan secara praktis tanpa harus datang ke kantor cabang, yaitu melalui fitur online onboarding pada aplikasi BYOND by BSI.

‘’Tentu bagi kami ini merupakan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, modern, dan inklusif," ujar Anggoro, Rabu (9/9/2026).

Anggoro menambahkan, kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan tanggung jawab besar yang harus dirawat secara konsisten melalui peningkatan mutu pelayanan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta inovasi yang berkelanjutan.

Sebelumnya, dalam keterangan usai rapat di Istana pada Senin (7/9), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan arahan Presiden RI agar masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan.

Dalam arahan tersebut, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah memproyeksikan penyediaan rekening masyarakat melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat tingkat inklusi dan literasi keuangan nasional.

Atas kebijakan tersebut, Anggoro menyambut positif perhatian dan apresiasi pemerintah terhadap perkembangan industri perbankan syariah, khususnya BSI yang menempati posisi strategis sebagai salah satu pilar ekonomi penopang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029.

BSI secara konsisten melakukan transformasi untuk memperkuat sistem teknologi informasi (IT). Langkah ini terbukti efektif mendongkrak basis nasabah hingga mencapai 24,3 juta orang, atau tumbuh sebanyak 9,84 juta nasabah sejak proses penggabungan (merger) pada 2021 lalu.

Penguatan infrastruktur IT tersebut juga dialokasikan untuk menopang keunikan dual license yang dimiliki BSI, yakni Sharia License dan Bullion License (Bank Emas).

Sebagai institusi bank syariah terbesar di tanah air, BSI menyediakan portofolio produk yang lengkap guna mengedukasi masyarakat agar dapat tumbuh bersama ekosistem syariah. Peran ini diperkuat oleh posisi BSI sebagai bank penyalur bantuan sosial (bansos), yang dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi serta perencanaan keuangan masyarakat demi kehidupan masa depan yang lebih baik. Beberapa program investasi terjangkau yang ditawarkan antara lain kepemilikan emas dan Tabungan Haji Muda yang masing-masing dapat dimulai dari nominal Rp50 ribu.

"BSI juga didukung oleh 134 ribu BSI Agen di seluruh pelosok Indonesia untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi," tutur Anggoro.

Berjalan seiring dengan penguatan fondasi teknologi bersama Danantara Indonesia, kinerja keuangan BSI juga mencatatkan pertumbuhan yang sehat. Hingga periode Juni 2026, BSI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4,16 triliun, atau melonjak 11 persen secara tahunan (year-on-year/YOY).

Di sisi penyaluran dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 22 persen menjadi Rp393 triliun, yang utamanya disokong oleh kenaikan porsi dana murah (CASA) hingga mencapai Rp238 triliun.

Sementara pada fungsi intermediasi, penyaluran pembiayaan BSI tercatat tumbuh merata di seluruh sektor bisnis dengan total mencapai Rp340,09 triliun, atau meningkat 15,98 persen (YOY).

"Kami juga meyakini bahwa semakin banyak masyarakat yang memiliki rekening bank akan semakin memperkuat inklusi keuangan nasional," kata Anggoro.

Dalam konteks ini, ia menambahkan, BSI siap melayani sepenuh hati seluruh segmen nasabah hingga pelosok negeri. Anggoro mencontohkan, salah satunya saat ini kami dipercaya sebagai bank agen penyalur Bansos tunai.

"Kedepannya kami juga terus meningkatkan literasi dan penetrasi ke masyarakat menggunakan dana dengan bijak, yang sebagian bisa disiapkan untuk investasi emas/haji dan kebutuhan penting di masa depan," pungkas Anggoro.

H

Henigun