Lewati ke konten utama
Nusantara 4 Menit Baca

Luncurkan Program EKI, OJK dan Pemkab Klaten Perkuat Inklusi Keuangan

H

Henigun

24 August 2026

Luncurkan Program EKI, OJK dan Pemkab Klaten Perkuat Inklusi Keuangan
Peluncuran Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) 2026 di Balai Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari.(Foto: Istimewa)

SEPUTARBANK KLATEN - Hari Indonesia Menabung (HIM) bukan sekadar momentum untuk menyimpan uang, tetapi juga membangun budaya keuangan yang sehat sejak dini.

Pesan ini disampaikan Bupati Klaten Jawa Tengah yang diwakilkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Klaten, Much Nasir, pada peluncuran Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) 2026, yang menjadi puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) di Kabupaten Klaten.

Agenda yang berlangsung di Balai Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kamis (20/8/2026) tersebut diinisiasi oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Klaten bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta.

Much Nasirb di kesempatan itu menegaskan pentingnya memaknai HIM sebagai sarana membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini.

Ia mengaitkan dengan Pemilihan Desa Sidowarno yang dipilih sebagai lokasi peluncuran EKI.

Nasir menjelaskan, penunjukan itu dipandang sangat tepat mengingat potensi ekonomi lokalnya yang menonjol, mulai dari seni kerajinan tatah sungging wayang hingga kaligrafi. Integrasi EKI diharapkan dapat memperluas jangkauan warga terhadap pembiayaan formal, investasi, hingga asuransi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala OJK Surakarta Mohammad Mufid menjelaskan bahwa EKI dirancang untuk mendorong optimalisasi dana tabungan masyarakat agar dapat diputar kembali guna menopang pertumbuhan UMKM.

Mufid menekankan bahwa keberhasilan EKI sangat bergantung pada kualitas SDM yang adaptif, penguatan kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta strategi pemasaran yang efektif, sehingga Sidowarno dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pj Kepala Desa Sidowarno, Candra Ashari. Pihaknya mengapresiasi hadirnya EKI yang dinilai mampu memangkas jarak antara warga pedesaan dengan lembaga keuangan resmi, sekaligus mendongkrak tingkat literasi keuangan masyarakat sekitar.

Sebagai bentuk aksi nyata, serangkaian penyerahan produk keuangan dilakukan secara simbolis kepada warga setempat, berupa

- Tabungan Pelajar "Bung Mapan" (BPR Bank Klaten) bagi murid TK dan SD.

- Pembukaan Rekening (BKK Tulung) kepada 30 guru TK dan SD, dan

- Dukungan UMKM & Pembiayaan, berupa Layanan dari BRI, Bank Mandiri, KUR Bank Jateng, serta fasilitasi PT Permodalan Mandiri.

Investasi & Perlindungan: Buku tabungan emas dari Pegadaian dan penyerahan perlindungan BPJS.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi edukasi keuangan interaktif yang mengajak para siswa TK dan SD Desa Sidowarno untuk memahami pentingnya dan manfaat menabung sejak dini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) meluncurkan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Tahun 2026 bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta di Balai Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kamis (20/8/), yang memuncaki peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Klaten yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Klaten, Much Nasir, menyampaikan bahwa Hari Indonesia Menabung (HIM) bukan sekadar momentum untuk menyimpan uang, tetapi juga membangun budaya keuangan yang sehat sejak dini.

"Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, tetapi membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak serta mempersiapkan masa depan," ujar Nasir.

Menurutnya, peluncuran EKI di Desa Sidowarno menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, termasuk pembiayaan, asuransi, dan investasi. Terlebih, Sidowarno memiliki potensi ekonomi yang kuat, seperti kerajinan tatah sungging wayang, kaligrafi, dan berbagai produk kerajinan.

Nasir berharap, sinergi antara pemerintah, OJK, lembaga jasa keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat sehingga EKI dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala OJK Surakarta, Mohammad Mufid, mengatakan peluncuran EKI menjadi momentum untuk membangun ekosistem keuangan yang dapat mendukung masyarakat dan pelaku UMKM agar semakin berkembang.

"Setelah masyarakat memiliki tabungan, uang yang dimiliki diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal sehingga pelaku UMKM bisa tumbuh dan berkembang," katanya.

Mufid menambahkan, keberhasilan EKI membutuhkan Sumber Daya Masyarakat (SDM) yang memiliki keinginan untuk maju, didukung penguatan usaha, pemanfaatan teknologi, dan strategi pemasaran yang tepat. Ia berharap Desa Sidowarno dapat menjadi contoh pengembangan EKI bagi desa lainnya.

Pj Kepala Desa Sidowarno, Candra Ashari menyatakan menyambut baik peluncuran EKI di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut menjadi sarana mendekatkan masyarakat dengan lembaga keuangan formal, serta meningkatkan budaya menabung dan literasi keuangan.

Dalam kegiatan yang sama, turut diserahkan secara simbolis berbagai produk dan layanan keuangan kepada masyarakat, di antaranya tabungan pelajar Bung Mapan dari PT BPR Bank Klaten untuk siswa SD dan TK, pembukaan rekening bagi 30 guru SD dan TK melalui BKK Tulung, layanan untuk pelaku usaha (UMKM) dari BRI dan Bank Mandiri, KUR Bank Jateng, buku emas Pegadaian, perlindungan BPJS, serta dukungan dari PT Permodalan mandiri.

Kemudian, para siswa TK dan SD dari Desa Sidowarno juga mendapat edukasi mengenai cara dan manfaat menabung sejak dini.

H

Henigun