Lewati ke konten utama
Bank 2 Menit Baca

Bank Jateng Siap Biayai Program SMK Go Global, Bidik 6.800 Calon Pekerja Migran

R

Redaksi

26 August 2026

Bank Jateng Siap Biayai Program SMK Go Global, Bidik 6.800 Calon Pekerja Migran
Foto : Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko saat pertemuan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam pembahasan Program SMK Go Global di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

SEPUTARBANK, JAKARTA – Bank Jateng memperkuat komitmennya mendukung Program SMK Go Global yang digagas pemerintah. Dukungan tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK, tetapi juga membuka akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Komitmen itu disampaikan Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko dalam rapat pembahasan Program SMK Go Global bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran KP2MI dan BPR BKK Jawa Tengah.

Bambang menegaskan, perbankan memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem PMI sejak masa persiapan hingga mereka kembali ke Indonesia. Bank Jateng siap menyediakan layanan yang terintegrasi, mulai dari pembukaan rekening, edukasi perbankan dan remitansi, hingga pembiayaan penempatan.

“Bank Jateng siap mendukung Program SMK Go Global. Kami melihat program ini tidak hanya sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan dan layanan perbankan bagi calon pekerja migran Indonesia,” ujar Bambang.

Namun, pembiayaan bagi calon PMI tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Bank Jateng akan mempertimbangkan kepastian penempatan dan kontrak kerja sebelum menyalurkan pembiayaan.

“Dalam pemberian pembiayaan, tentu diperlukan kepastian penempatan atau kontrak kerja. Dengan demikian, pembiayaan dapat diberikan secara prudent sesuai ketentuan sekaligus memberikan kepastian bagi peserta,” katanya.

Program SMK Go Global menargetkan 500.000 tenaga kerja kompeten untuk mengisi kebutuhan pasar kerja global, seperti caregiver, welder, hospitality, dan nurse. Khusus Jawa Tengah, program ini menargetkan 6.800 peserta, terdiri atas Batch 1 sebanyak 1.660 peserta dan Batch 2 sebanyak 5.140 peserta. Hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 2.000 peserta telah dinyatakan lolos.

Selain pembiayaan penempatan, Bank Jateng juga membidik potensi transaksi remitansi PMI. Dukungan tersebut diperkuat melalui kerja sama KP2MI dan Bank Jateng terkait penyaluran KUR bagi Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI).

Bank Jateng akan berkoordinasi dengan BP3MI Jawa Tengah dan mitra KP2MI untuk memastikan implementasi program berjalan optimal. Sinergi tersebut diharapkan membentuk ekosistem keuangan PMI secara utuh, dari persiapan dan keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke Tanah Air dan mengembangkan usaha. (sumber rilis)

R

Redaksi