Perluas Akses Modal UMKM: Pemkot Batam Gandeng Bank Sumut Salurkan Program Subsidi Bunga 0%

Perluas Akses Modal UMKM: Pemkot Batam Gandeng Bank Sumut Salurkan Program Subsidi Bunga 0%

SEPUTARBANK BATAM — Pemerintah Kota (Pemkot) Batam resmi memperluas jangkauan Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah ini ditandai dengan digandengnya PT Bank Sumut sebagai mitra penyalur pembiayaan baru guna memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di wilayah Kepulauan Riau.

Sinergi tersebut diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Sekda Kota Batam Firmansyah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Salim, serta jajaran manajemen PT Bank Sumut yang dipimpin oleh Pemimpin Divisi Kredit Konsumer Faisal Panggabean dan Pemimpin Cabang Batam Thomas A.C Tarigan.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari keberlanjutan ekonomi masyarakatnya.

“Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan ekonomi. Akses pembiayaan yang mudah merupakan instrumen krusial untuk memperkuat daya saing UMKM agar menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” tegas Amsakar.

Pemimpin Divisi Kredit Konsumer PT Bank Sumut, Faisal Panggabean, menyambut positif kepercayaan yang diberikan Pemkot Batam. Menurutnya, pembiayaan yang terjangkau merupakan kunci bagi pelaku usaha mikro untuk naik kelas, mengingat banyak potensi bisnis lokal yang terkendala permodalan.

“Melalui Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen, pelaku UMKM mendapatkan beban biaya yang jauh lebih ringan. Ini memberi mereka kesempatan untuk menambah kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Faisal.

Ia menambahkan, Bank Sumut berkomitmen tidak sekadar menjalankan fungsi intermediasi keuangan, melainkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menggerakkan sektor produktif.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa Bank Sumut merupakan perbankan ketiga yang menjadi mitra penyalur program ini, melengkapi keberadaan Bank BTN dan Bank Riau Kepri Syariah yang sudah bergabung terlebih dahulu.

Untuk menopang skema ini, Pemkot Batam telah menyiapkan alokasi anggaran dan skema bantuan:

Alokasi Anggaran: Rp3 miliar disiapkan Pemkot Batam untuk menanggung beban bunga/margin.

Plafon Saat Ini: Pinjaman hingga Rp20 juta per pelaku usaha mikro tanpa dibebani agunan.

Rencana Pengembangan: Pemkot Batam tengah mengusulkan peningkatan plafon pembiayaan menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta agar dampak ekonomi yang dihasilkan kian signifikan.

Bergabungnya Bank Sumut turut memperkuat peta jalan (roadmap) pemberdayaan ekonomi Pemkot Batam sepanjang tahun 2026.

Pemerintah daerah telah menetapkan sejumlah target intervensi, seperti memfasilitasi 1.850 unit usaha mikro dalam penguatan operasional, dan pemberdayaan intensif bagi 215 usaha mikro pilihan.

Pendampingan 1.500 wirausaha baru, mencakup pelatihan manajemen, kelengkapan legalitas usaha, hingga fasilitasi akses pasar.

Hadirnya Bank Sumut sebagai mitra penyalur diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian target tersebut, sekaligus menciptakan ekosistem UMKM di Batam yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi.