SEPUTARBANK TULUNGAGUNG – Jajaran direksi dan pengelola Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dari wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku Utara (JBNM) berkumpul di Kabupaten Tulungagung untuk merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi modern. Para pelaku industri keuangan mikro ini mengikuti Pelatihan Ambidextrous Leadership 5.0 sekaligus Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Milik Pemerintah Daerah (Perbamida) JBNM, yang digelar di Hotel Lojikka, Tulungagung, Kamis (9/7/2026).
Saat membuka agenda tersebut secara resmi, Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menggarisbawahi krusialnya kepemimpinan yang adaptif dalam menakhodai BPR di tengah hantaman disrupsi teknologi. Menurut Ahmad, konsep Ambidextrous Leadership—yakni kecakapan seorang pemimpin dalam menyelaraskan antara stabilitas operasional saat ini dengan inovasi strategis masa depan—menjadi kunci utama bagi BPR untuk bertahan dan memenangi persaingan di era 5.0.
“Para pemimpin perbankan saat ini dituntut memiliki kapasitas ganda. Satu sisi mereka wajib memitigasi risiko guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis BPR, namun di sisi lain harus memiliki keberanian untuk melahirkan inovasi serta terobosan baru. Model kepemimpinan seperti inilah yang mampu menjawab tantangan era digital, di mana fleksibilitas operasional dan ketangguhan institusi harus berjalan beriringan,” papar Baharudin dalam arahannya.
Melalui orientasi pelatihan ini, Baharudin menaruh harapan besar agar para petinggi BPR dapat mengupgrade kapasitas manajerial yang visioner. Dengan demikian, BPR milik pemerintah daerah tidak sekadar bertahan, melainkan tumbuh menjadi pilar inklusi keuangan yang tangguh dalam menyokong akselerasi pembangunan di daerah masing-masing.
Di samping aspek peningkatan kompetensi, momentum Rakerwil Perbamida JBNM ini juga dimanfaatkan sebagai wadah konsolidasi lintas daerah. Plt. Bupati Tulungagung mendorong agar forum ini mampu menggodok program kerja yang konkret dan aplikatif, sehingga eksistensi lembaga keuangan mikro dapat semakin solid dalam memperluas kesejahteraan masyarakat luas.
Pembukaan acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum Perbamida Sofia Nurkrisnajati Atmaja, S.T., M.M., Plt. Ketua DPW Perbamida JBNM Syaifullah Asyik, jajaran direksi dari berbagai daerah di wilayah JBNM, serta Feri D. Sampurno, S.AP., M.M., yang bertindak sebagai narasumber utama.
Melalui rangkaian sinergi dan pelatihan intensif ini, para pemimpin BPR se-wilayah JBNM diharapkan membawa pulang rumusan taktis yang siap diimplementasikan demi menjawab dinamika ekonomi nasional sekaligus mengoptimalkan potensi digitalisasi perbankan ke depan.