Kolaborasi Strategis Bank BPR Perdana dan hearLIFE Indonesia, Perluas Akses Layanan Kesehatan Pendengaran

Kolaborasi Strategis Bank BPR Perdana dan hearLIFE Indonesia, Perluas Akses Layanan Kesehatan Pendengaran

SEPUTARBANK DEPOK JABAR – Bank BPR Perdana (PT BPR Daya Perdana Nusantara) resmi menggandeng hearLIFE Indonesia dalam sebuah kolaborasi strategis untuk menghadirkan solusi pembiayaan alat bantu dengar serta implan rumah siput (cochlear implant).

Kerja sama ini dirancang untuk mengatasi hambatan finansial masyarakat dalam memperoleh perangkat kesehatan pendengaran berkualitas tinggi.

Dalam skema kemitraan ini, hearLIFE Indonesia berperan merekomendasikan pasien yang memerlukan dukungan pendanaan. Sementara itu, Bank BPR Perdana yang berpusat di Jalan Raya Bogor, Kota Depok, bertindak sebagai penyedia fasilitas kredit melalui proses analisis, persetujuan, hingga pencairan dana yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta regulasi perbankan yang berlaku.

Melalui sinergi ini, pasien dijanjikan akses pembiayaan yang lebih fleksibel, cepat, dan terjangkau agar penanganan medis tidak tertunda.

Direktur Utama Bank BPR Perdana, Ricardo Simatupang, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan produk keuangan yang inklusif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami meyakini bahwa pemenuhan hak atas kesehatan, termasuk fungsi pendengaran yang optimal, tidak boleh terhambat oleh keterbatasan dana. Kerja sama dengan hearLIFE Indonesia ini diharapkan menjadi jembatan bagi pasien agar bisa mendapatkan fasilitas implan pendengaran dengan skema pembayaran yang lebih ringan,” jelas Ricardo.

Lebih lanjut, Ricardo memaparkan bahwa nilai investasi untuk sebuah implan pendengaran relatif tinggi, berkisar antara Rp150 juta hingga di atas Rp900 juta tergantung pada jenis teknologi yang diadopsi. Tingginya biaya tunai tersebut sering kali menjadi kendala utama bagi keluarga pasien. Terlebih lagi, program jaminan kesehatan nasional seperti BPJS Kesehatan maupun asuransi swasta pada umumnya belum menanggung secara penuh biaya pengadaan dan pemasangan implan ini. Kondisi inilah yang menempatkan fasilitas kredit perbankan sebagai alternatif solusi yang sangat krusial.

Kendati pengajuan kredit didasarkan pada rujukan dari hearLIFE Indonesia, Bank BPR Perdana tetap menerapkan standardisasi asesmen kelayakan kredit yang ketat. Proses mitigasi risiko dilakukan untuk mengukur kemampuan bayar calon debitur, di mana bentuk agunan serta dokumen persyaratan akan disesuaikan secara personal berdasarkan hasil penilaian bank.

Berdasarkan data internal, urgensi penanganan gangguan pendengaran di Indonesia tergolong tinggi, mencakup sekitar 4 persen dari total populasi. Sayangnya, baru sebagian kecil yang berhasil mendapatkan tindakan implan, padahal efektivitas pemulihan pendengaran dinilai jauh lebih optimal jika intervensi medis dilakukan sejak dini, khususnya pada anak di bawah usia tiga tahun.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama hearLIFE Indonesia, K. Eramolik Hurink, menyambut baik langkah taktis ini. Sebagai bagian dari jaringan penyedia layanan kesehatan pendengaran global yang telah beroperasi di 10 negara dan tersebar di 15 kota di Indonesia, hearLIFE berkomitmen membawa standar perawatan internasional ke tanah air.

“Sinergi dengan Bank BPR Perdana merupakan langkah strategis untuk meruntuhkan tembok pembatas finansial. Kami percaya setiap individu berhak mendapatkan teknologi pendengaran terbaik. Melalui kemitraan ini, kami berharap intervensi klinis dapat diberikan tepat waktu, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kapasitas komunikasi para pasien secara berkelanjutan,” pungkas Eramolik.