NIPA Jajaki Kolaborasi Strategis dengan President University dan Bina Skill Group Malaysia untuk Pengembangan Kapasitas ASN

NIPA Jajaki Kolaborasi Strategis dengan President University dan Bina Skill Group Malaysia untuk Pengembangan Kapasitas ASN

SEPUTARBANK, JAKARTA – Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (NIPA) menerima kunjungan dua mitra strategis, yaitu President University dan Bina Skill Group Malaysia, dalam rangka menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Delegasi President University dipimpin oleh Dr. Antony Japari, ChFC, CFP, FLMI, CWMA, selaku Direktur President Development Center (PDC). Sementara itu, Bina Skill Group Malaysia diwakili oleh Presiden Direktur Dr. Affaro Affandy, didampingi Senior Project and Partnership Manager, Ibu Seviyanawati.

Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (NIPA), Tri Widodo W. Utomo, mengatakan bahwa kunjungan kedua institusi tersebut mencerminkan komitmen yang kuat untuk membangun kemitraan strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.

"Kunjungan mereka mencerminkan komitmen kuat untuk menjalin kerja sama yang bermakna dengan NIPA. Dalam pertemuan dengan President University, kami juga mengundang perwakilan dari Politeknik STIA LAN Jakarta agar potensi kolaborasi dapat dikembangkan secara terintegrasi sejak awal," ujar Tri Widodo.

Menurutnya, pembahasan bersama President University mencakup berbagai peluang kerja sama, antara lain penyediaan skema beasiswa, penyelenggaraan kuliah tamu, program akademik bersama, hingga berbagai bentuk kemitraan dalam pengembangan kapasitas ASN.

Sementara itu, Bina Skill Group Malaysia memaparkan empat bidang potensial kerja sama yang dapat dikembangkan bersama NIPA, yakni pengembangan kepemimpinan dan kapasitas, konsultasi serta fasilitasi strategi, transformasi sistem, serta penyelenggaraan program tolok ukur internasional (international benchmarking).

Tri Widodo menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, bidang pengembangan kepemimpinan dan kapasitas dinilai sebagai peluang kolaborasi yang paling siap untuk direalisasikan. Fokus utamanya adalah memperkuat kapabilitas internal NIPA dalam menerapkan pendekatan systems thinking atau berpikir sistem guna menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

"Pendekatan ini sangat relevan dalam mendukung perumusan kebijakan publik, perencanaan strategis, hingga penyelesaian berbagai persoalan lintas sektor dan sistemik yang dihadapi pemerintah," jelasnya.

Selain itu, kedua belah pihak juga menjajaki kemungkinan untuk merancang tailored learning program atau program pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan materi, metode pembelajaran, serta studi kasus yang selaras dengan agenda transformasi birokrasi Indonesia dan kebutuhan kompetensi ASN yang terus berkembang.

Tri Widodo turut menyampaikan apresiasi kepada President University dan Bina Skill Group Malaysia atas kunjungan dan kontribusi mereka sebagai narasumber dalam Seri Webinar INSPIRA NIPA.

"Atas nama NIPA, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada President University dan Bina Skill Group Malaysia atas kunjungan mereka ke institusi kami, serta atas kontribusi berharga sebagai pembicara tamu dalam Seri Webinar INSPIRA NIPA. Kesediaan mereka berbagi pengetahuan dan wawasan praktis telah meletakkan dasar yang kuat bagi terjalinnya kemitraan yang lebih strategis dan berkelanjutan," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada J. Satrijo Tanudjojo atas penyerahan buku inspiratif berjudul A Campus Beyond, yang dinilai dapat memperkaya perspektif dalam pengembangan kepemimpinan dan pendidikan.

Menutup pertemuan tersebut, Tri Widodo berharap kolaborasi yang sedang dijajaki dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang menghasilkan berbagai inovasi dalam pengembangan kapasitas ASN.

"Kami berharap pertemuan ini menjadi awal bagi kolaborasi yang lebih kuat dan produktif di masa mendatang. Melalui kemitraan, pertukaran pengetahuan, dan semangat kreasi bersama, kami yakin dapat menghadirkan solusi pembelajaran yang inovatif untuk mempercepat transformasi pengembangan kapasitas aparatur sipil negara di Indonesia. Pada akhirnya, upaya ini akan berkontribusi dalam mewujudkan birokrasi yang semakin profesional, adaptif, dan berkelas dunia," pungkas Tri Widodo.