SEPUTARBANK SAMARINDA — Bank Mega Syariah merespon minat masyarakat yang menyadari pentingnya persiapan finansial untuk melakukan ibadah haji. Respon ini seiring dengan gencarnya industri perbankan syariah dalam memperluas jangkauan edukasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat.
Langkah mulia ini dilakukan semata demi membantu umat Islam menyusun rencana ibadah ke Tanah Suci secara lebih matang, aman, dan terstruktur melalui pemanfaatan produk tabungan haji.
Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuwono Waluyo, menyampaikan bahwa peminat produk tabungan haji terus mengalami peningkatan yang stabil.
"Kesadaran masyarakat untuk menyiapkan ibadah haji melalui produk tabungan haji terus menunjukkan tren positif, di mana secara year to date (Ytd) tabungan haji juga masih mencatatkan pertumbuhan positif sekitar 5,3 persen," ujar Yuwono saat memberikan keterangan di Samarinda, Minggu (26/7/2026).
Tren berencana sejak dini ini berdampak langsung pada performa bisnis Tabungan Haji Bank Mega Syariah. Secara tahunan (year on year), volume tabungan berhasil tumbuh melampaui angka 12 persen. Sejalan dengan kenaikan dana kelolaan, jumlah pembukaan rekening baru atau Number of Account (NoA) juga mencatatkan kenaikan hingga 5 persen.
Menurut Yuwono, ekosistem haji di Indonesia menyimpan potensi yang sangat masif. Karakteristik persiapan ibadah haji yang bersifat jangka panjang membuat kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan syariah terus berkelanjutan dari waktu ke waktu.
Melihat tingginya potensi tersebut, perbankan terdorong untuk memberikan dorongan moral dan apresiasi langsung kepada masyarakat—khususnya kelompok usia produktif—agar makin bersemangat membangun "tabungan spiritual" sejak awal. Salah satu bentuk dukungan nyata tersebut diwujudkan melalui program Poin Haji Berkah.
Lewat program apresiasi ini, Bank Mega Syariah menyerahkan hadiah Grand Prize berupa Voucher Haji Khusus (Haji Plus) senilai Rp254 juta kepada seorang nasabah yang dinilai konsisten menabung pada Kamis (23/7). Pemberian hadiah ini diharapkan mampu memantik motivasi masyarakat luas agar tidak menunda pendaftaran haji.
Sebagai lembaga bertitel Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), Bank Mega Syariah juga aktif memperluas penetrasi layanan hingga ke berbagai pelosok wilayah. Strategi ini dijalankan melalui penguatan jaringan kerja sama lintas sektor, mulai dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Kantor Urusan Agama (KUA), majelis taklim, agen travel umrah, institusi pendidikan tinggi, hingga beragam komunitas warga.
"Kami berharap tabungan haji perbankan syariah dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam merencanakan ibadah secara lebih mudah, aman, dan sesuai prinsip. Ke depan, kami akan terus memperluas akses layanan dan memperkuat literasi terkait pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak usia produktif," tutur Yuwono menutup penjelasannya.