MATARAM NTB – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) NTB (Perseroda) menunjukkan kepeduliannya terhadap korban terampak banjir di Kpta Mataran Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu dilakukan dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 150 paket berisi mi instan dan air mineral dalam kemasan.
Direktur Kepatuhan BPR NTB, Zulkifli Hamdani, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Kepala Kelurahan Selagalas, Yusrin, di wilayah Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram Selasa, 8 Juli 2025.
Sagalas merupakan salah satu lokasi yang terdampak cukup parah akibat banjir yang terjadi pada Minggu, 6 Juli 2025.
Zulkifli mengungkapkan, BPR NTB sangat peduli pada warga korban terdampak banjir. Dirinya berharap, bantuan dapat sedikit meringankan beban mereka.
“Kami sangat peduli terhadap masyarakat yang terkena dampak banjir. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka dan membantu dalam proses pemulihan pascabencana,” ujar Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) BPR NTB. Tidak hanya ditujukan untuk mendukung sektor ekonomi masyarakat, menurut Zulkifli, bantuan ini juga untuk turut hadir dan memberikan bantuan langsung di saat-saat krisis dan bencana.
BPR NTB sebagai lembaga keuangan daerah, kata dia, tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk mendukung pembangunan sosial dan kemanusiaan.
“Kami percaya, keberadaan BPR NTB harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak hanya hadir sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam situasi apa pun, termasuk ketika bencana melanda,” katanya.
Ia memastikan BPR NTB akan terus menyalurkan bantuan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan akan berupaya hadir dalam berbagai inisiatif sosial lainnya di masa mendatang.
Sementara Lurah Selagalas, Yusrin, dikesempatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPR NTB atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Yusrin mengungkapkan, bantuan seperti ini sangat berarti bagi warga, khususnya yang mengalami kerugian akibat banjir, seperti kerusakan rumah, kehilangan barang, serta kesulitan memperoleh kebutuhan dasar harian.
Sebagai informasi, ribuan warga Kota Mataran terdampak banjir akibat hujan deras sejak Minggu sore (6 Juli 2025). Data BPBD mencatat, lebih dari 31.000 jiwa terdampak, dengan ratusan jiwa mengungsi, puluhan rumah dan fasilitas umum rusak, serta satu orang meninggal dunia.