SEPUTARBANK LOMBOK TIMUR — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur mengambil langkah mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih. Untuk itu, PDAM resmi mengadopsi pola kemitraan strategis baru bersama Bank Perekonomian Rakyat (BPR).
Selain akselerasi pembangunan air bersih, kemitraan ini sekaligus memperkuat kapasitas finansial para rekanan kontraktor lokal dalam mengeksekusi proyek di lapangan, Kamis (16/07/2026).
Kolaborasi ini didorong oleh kebutuhan mendesak menciptakan sistem kerja yang lebih efektif dan efisien, tanpa sedikit pun mengesampingkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran negara.
Direktur PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim menjelaskan, selama ini, PDAM menerapkan sistem pembayaran berbasis performa, di mana proyek baru dibayar setelah seluruh tahapan rampung dan lolos proses pemeriksaan ketat.
Ia mengatakan, mekanisme ini sangat baik dalam menjamin kualitas, namun di sisi lain menjadi tantangan berat bagi penyedia jasa lokal yang memiliki keterbatasan modal awal. Hambatan finansial rekanan inilah yang kerap memicu keterlambatan perluasan jaringan air bersih ke masyarakat.
Melalui kemitraan ini, PDAM menghadirkan BPR sebagai pemberi alternatif solusi permodalan bagi para kontraktor. Dengan dukungan kredit dari perbankan, pihak ketiga dapat langsung tancap gas memulai konstruksi tanpa harus menunggu ketersediaan dana pribadi.
Sopyan menggarisbawahi bahwa fasilitas kredit ini sepenuhnya disalurkan kepada rekanan pelaksana proyek, bukan atas nama PDAM. Dengan demikian, skema ini tidak menambah beban utang maupun mengganggu rasio kesehatan finansial internal PDAM.
“Intinya kami ingin memastikan pekerjaan di lapangan tetap berjalan. Rekanan mendapatkan dukungan modal, sementara PDAM tetap menjalankan sistem pembayaran sesuai ketentuan setelah pekerjaan selesai,” tegas Sopyan.
Dipilihnya BPR sebagai mitra utama didasarkan pada fleksibilitas bank daerah tersebut yang bersedia memberikan pembiayaan berdasarkan modal kontrak kerja (spk) yang diterbitkan oleh PDAM. Fleksibilitas ini tergolong langka, mengingat tidak semua lembaga keuangan memiliki kebijakan serupa, menjadikan kolaborasi ini langkah taktis bagi kedua belah pihak.
Percepatan pembangunan infrastruktur ini terbukti memberikan dampak instan pada performa bisnis perusahaan. Akses air yang cepat tersambung secara otomatis mendongkrak jumlah pelanggan baru secara masif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.