SEPUTARBANK, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menargetkan naik kelas menjadi bank kelompok modal inti (KBMI) 4 sebelum 2030. Perseroan terus mendorong pertumbuhan dari sisi organik sembari menyiapkan sejumlah opsi penguatan permodalan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, perseroan terus mengeksplorasi berbagai alternatif untuk memperbesar modal inti agar memenuhi persyaratan masuk kelompok KBMI 4.
Ada beberapa opsi yang masih kami eksplorasi. Tapi paling tidak sebelum 2030 kami harus sudah bisa sampai ke sana," ujar Anggoro di Jakarta, Rabu (1/7) yang dilansir kontan.
Meski demikian, Anggoro menegaskan BSI belum berencana melakukan langkah agresif karena pertumbuhan secara organik dinilai masih cukup kuat untuk menopang kebutuhan permodalan.
"Organik pun masih bisa," katanya.
Sebelumnya, Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, target menjadi bank KBMI 4 telah masuk dalam medium term plan perseroan. Namun, realisasi target tersebut sangat bergantung pada kemampuan perseroan memperkuat modal inti.
"Pada medium term plan ada untuk menjadi KBMI 4. Tapi kuncinya memang di aspek permodalan," ujar Bob beberapa waktu lalu.
Menurut Bob, penguatan modal dapat ditempuh melalui berbagai skema, baik secara organik maupun anorganik. Dari sisi organik, perseroan akan mengandalkan akumulasi laba ditahan serta potensi tambahan modal dari pemegang saham.
Sementara dari sisi anorganik, BSI membuka peluang aksi korporasi, termasuk akuisisi maupun masuknya investor strategis. Namun, menurut Bob, langkah tersebut tidak mudah direalisasikan karena memerlukan kesiapan modal, regulasi, serta kesesuaian strategi bisnis.
"Di plan ada organik dan anorganik. Tapi untuk anorganik, tidak mudah," katanya.
BSI juga membuka peluang masuknya investor strategis, termasuk investor dari kawasan Timur Tengah. Namun, perseroan tetap mempertimbangkan struktur kepemilikan agar sejalan dengan kepentingan pemegang saham pengendali.
"Kalau ada investor tentu kami pertimbangkan. Tapi biasanya investor dari Timur Tengah maunya dominan, sementara kami juga harus melihat itu," ujar Bob.
Keinginan BSI naik kelas sejalan dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae sebelumnya menyebut terdapat potensi dua hingga tiga bank dari kelompok KBMI 3 yang akan naik ke KBMI 4.
Sebagai informasi, bank KBMI 4 merupakan kelompok bank dengan modal inti minimal Rp 70 triliun. Hingga akhir 2025, modal inti BSI tercatat sekitar Rp 48,11 triliun. Dengan posisi tersebut, perseroan masih memerlukan tambahan modal yang cukup besar untuk memenuhi persyaratan menjadi bank KBMI 4.
Namun, dengan pertumbuhan bisnis syariah yang masih tinggi serta strategi penguatan modal yang tengah disiapkan, BSI optimistis target menjadi bank syariah pertama di Indonesia yang masuk kelompok KBMI 4 dapat direalisasikan sebelum 2030.
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti sumber Kontan.