SEPUTARBANK, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Garut merencanakan pengentasan anak putus sekolah yang keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan karena tempat tinggalnya di pelosok dengan program orang tua asuh.
"Jadi, kita akan menginventarisir anak-anak yang mau dijadikan anak asuh, dan kita akan mengajak orang-orang yang mampu untuk ikut serta," kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Garut, Kamis (25/06/26).
Ia menuturkan, orang tua asuh itu bisa dari kalangan masyarakat mampu secara ekonomi misalkan dari aparatur sipil negara (ASN), pengusaha, dan sebagainya yang siap membantu anak agar tidak putus sekolah.
Selain dari perorangan, kata dia, ada juga lembaga yang terlibat seperti dari Badan Amil Zakat (Baznas) dan Korpri untuk mengalokasikan bantuan bagi anak-anak kurang mampu yang tidak bisa melanjutkan sekolah.
"Nanti ada orang tua yang akan membantu membiayai kebutuhan anaknya," kata Bupati.
Terkait informasi yang diterima terdapat 19 ribuan anak putus sekolah di Garut, kata dia, data tersebut oleh Pemkab Garut masih harus dicek kembali data terkininya oleh dinas terkait.
Sampai saat ini, lanjut dia, pihaknya sedang menginventarisasi anak yang putus sekolah untuk mau dijadikan anak asuh agar mau sekolah melanjutkan ke jenjang SMP maupun SMA sederajat.
Menurut dia, angka yang cukup banyak anak putus sekolah dari tingkat SD ke SMP, sedangkan partisipasi sekolah ke tingkat SD tidak menjadi masalah, angka partisipasinya tinggi.
"Data dari dapodik (data pokok pendidikan) itu sebenarnya turunnya dari ketika masuk SMP, kalau SD itu angka partisipasi sekolah kita bagus," katanya.
Persoalan anak yang putus sekolah, kata dia, beragam seperti masalah ekonomi atau terkendala biaya, kemudian dikeluarkan dari sekolah, selanjutnya karena akses atau jarak yang cukup jauh dari rumah ke sekolah, dan masalah budaya.
Ia berharap berbagai upaya pemerintah daerah itu dapat tercapai target 100 persen tidak ada anak yang putus sekolah di Garut.
Upaya memudahkan orang tua asuh mengawasi anak asuhnya itu, kata Bupati, nanti akan disiapkan aplikasi untuk memudahkan pemantauan dan menjalin komunikasi.
"Kita lagi mendesain semacam aplikasi yang jadi penghubung antara orang tua asuh dan anak asuh," katanya.
Pewarta: Feri Purnama - Antaranews