Dukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah, Perbankan Siapkan Strategi

JAKARTA – Bank-bank besar seperti BRI dan BTN menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pemerintah, yang menargetkan penyediaan tiga juta unit rumah. Strategi perbankan ini disampaikan dalam acara SMG Economic Insight Series yang bertajuk ‘Merdeka Finansial dan Liku-Liku Menuju 3 Juta Rumah’ di Solo, Jawa Tengah.

Regional Consumer Banking Head BRI Yogyakarta, Fahmi Rahendas, menjelaskan bahwa target tiga juta rumah ini sangat relevan mengingat adanya backlog (kesenjangan) perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang mencapai 83%.

“Mau tidak mau, visi 3 juta rumah ini harus terwujud. Jika tidak, backlog di Indonesia akan semakin besar. Kami di BRI sangat ingin mendukung program pemerintah untuk menuntaskan masalah ini,” kata Fahmi.

Untuk mencapai target itu, BRI kini menawarkan beragam produk pembiayaan, baik untuk MBR maupun nasabah prioritas. Selain itu, BRI juga memperluas layanan pinjaman, tidak hanya kepada pembeli rumah, tetapi juga kepada para pengembang, baik di perkotaan maupun pedesaan.

BTN Pimpin KPR Bersubsidi, BP Tapera Siapkan Dana Jangka Panjang

Bank BTN, sebagai pemimpin pasar di sektor KPR, mengambil peran besar dalam program ini. Menurut Regional Office Head Bank BTN Wilayah Jateng DIY, Fitri Novianty Ratna Kusuma, dari total kuota 350.000 unit rumah subsidi dari pemerintah untuk tahun 2025, BTN menargetkan porsi 70% atau sekitar 220.000 unit.

“Kami sudah menyerap kurang lebih 60-70% dari total kuota yang diberikan kepada BTN di seluruh Indonesia. Kami selalu menjadi pemimpin dalam KPR subsidi,” jelas Fitri. Hingga saat ini, BTN telah menyalurkan sekitar 130.000 unit dan berharap kuota 220.000 unit dapat terserap sepenuhnya.

Sementara itu, BP Tapera hadir dengan peran pentingnya. Muhammad Nauval Al-Ammari, Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, menjelaskan bahwa lembaganya bertujuan untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau. BP Tapera juga berupaya memudahkan akses pembiayaan bagi MBR melalui berbagai aplikasi dan program cicilan terjangkau.

Pengembang Soroti Akurasi Data Kebutuhan Rumah

Meskipun perbankan dan pemerintah siap mendukung, para pengembang perumahan memiliki pandangan lain. Kepala Badan Advokasi DPP REI, Adri Istambul Lingga Gayo, menyatakan bahwa pengembang tidak mengalami masalah signifikan dalam pengadaan rumah. Namun, ia menyoroti akurasi data kebutuhan rumah di Indonesia.

“Kami selalu menyebut adanya backlog, ada kebutuhan dari Gen Z, dan sebagainya, tetapi kami tidak memiliki data yang akurat,” ujar Adri.

Ia berharap kementerian terkait melakukan riset mendalam untuk mendapatkan data yang spesifik, seperti nama dan alamat, agar penyediaan rumah benar-benar tepat sasaran dan tidak hanya berdasarkan perkiraan umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *