Gelar IDBS 2025, Perbankan dan Fintech Bersatu Perkuat Keamanan Ekosistem Keuangan Digital

JAKARTA – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyelenggarakan Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2025. Gelaran ini merupakan wujud komitmen fintech bersama industri perbankan dalam memperkuat keamanan dan integritas dalam ekosistem keuangan digital Indonesia.

Deputi Komisioner Pengawas Bank Swasta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indarto Budiwitono dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan, bahwa di era digital, perbankan wajib bertransformasi. Meskipun digitalisasi membawa efisiensi dan kecepatan, namun menurut Indarto, tantangan seperti serangan siber juga meningkat.

Indarto menekankan pengtingnya penguatan tata kelola keamanan informasi dan perlindungan konsumen yang menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

“Bank harus mengembangkan strategi digital yang lincah dan terukur. Ini tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga respons terhadap ekspektasi nasabah yang makin kompleks,” ungkap Indarto.

Ia menambahkan, transformasi digital harus diimbangi dengan investasi pada keamanan siber, analitik data, dan integrasi teknologi seperti cloud dan AI. Indarto menekankan bahwa ketahanan siber bukan hanya pertahanan sistem, melainkan juga bagian vital dari reputasi dan kelangsungan bisnis bank.

AFTECH Dorong Kemitraan Strategis

Sementara Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa IDBS adalah inisiatif untuk menciptakan dialog dan solusi nyata. “Kami ingin mendorong kemitraan strategis yang dapat direplikasi antara bank digital, fintech, regulator, dan sektor riil,” ujarnya.

Pandu menyampaikan bahwa AFTECH tahun ini fokus pada tiga hasil utama: penguatan ketahanan siber dan pencegahan scam, desain produk keuangan inklusif bagi UMKM, serta arsitektur kolaborasi yang berkelanjutan. Ia yakin, keuangan digital yang terpercaya adalah fondasi penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang aman, adil, dan berkelanjutan.

Sedangkan Wakil Ketua Umum II AFTECH, Budi Gandasoebrata, menggarisbawahi tiga pilar agar keuangan digital dapat mendorong pertumbuhan secara maksimal, yakni pertama, regulasi yang adaptif dan berbasis risiko agar inovasi tetap aman. Kedua, inovasi digital yang akuntabel dengan tata kelola yang kuat.

“Inovasi digital seperti AI dan open finance harus dijalankan secara akuntabel dengan tata kelola yang kuat. Ketiga, edukasi publik dan kampanye anti-scam harus dilakukan secara terintegrasi lintas platform dan regulator. Semua ini menjadi syarat mutlak agar kepercayaan publik terhadap sektor keuangan digital tetap terjaga,” jelasnya,

Kemudian yang ketiga adalah edukasi publik dan kampanye anti-scam yang terintegrasi.

“Ketiganya menjadi syarat mutlak untuk menjaga kepercayaan publik,” tegas Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *