PCIM Sudan Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Bank Syariah Nasional DIY

YOGYAKARTA – Kantor Cabang Bank Syariah Nasional (BSN) Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut kunjungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Sudan. Kunjungan ini dalam rangka memperkuat jejaring kelembagaan serta menjajaki peluang kolaborasi di sektor filantropi dan kemanusiaan.

Delegasi PCIM Sudan yang dipimpin oleh Dimas Muhammad (Ketua Majelis Filantropi) dan Farrel Izham Prayitno (Ketua Majelis Humas dan Kerja Sama Luar Negeri), disambut hangat oleh Branch Manager BSN DIY, Supriyono.

Dalam pertemuan yang berlangsung konstruktif tersebut, PCIM Sudan menyatakan ketertarikannya untuk membedah strategi BSN.

Sebagai institusi yang menjadi pilar keuangan syariah pasca-merger di Indonesia, BSN dinilai memiliki kapasitas dan inovasi yang patut dipelajari untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di lingkungan Muhammadiyah luar negeri.

“Kami datang dengan semangat belajar yang tinggi. Kami ingin memahami bagaimana industri perbankan syariah terus bertransformasi. Ke depan, kami melihat ruang kolaborasi yang sangat luas antara BSN dan agenda-agenda strategis Muhammadiyah di Sudan,” ungkap Farrel Izham Prayitno.

Selain urusan perbankan, PCIM Sudan memaparkan beberapa inisiatif sosial progresif yang tengah mereka garap di wilayah Yogyakarta, diantaranya pembangunan pesantren, yang direncanakan berdiri di wilayah Sleman.

Kemudian Ketahanan Pangan, berupa program kemandirian pangan untuk mendukung operasional pesantren khusus bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan, serta kepedulian sosial, yang difokuskan pada bantuan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di wilayah Gunungkidul.

Menanggapi paparan tersebut, Branch Manager BSN DIY, Supriyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para kader muda Muhammadiyah internasional ini. Menurutnya, gerakan sosial yang dilakukan PCIM Sudan merupakan representasi optimisme generasi muda dalam membangun kemaslahatan umat.

“Dedikasi rekan-rekan PCIM Sudan dalam penguatan filantropi sangat luar biasa. Semangat ini mencerminkan kapasitas besar untuk menciptakan dampak nyata. Kami berharap potensi ini bisa kita maksimalkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, baik secara nasional maupun internasional,” tutur Supriyono.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti peluang kerja sama konkret, terutama yang menyentuh sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan aksi sosial berbasis prinsip syariah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *