Perbarindo Sulteng dan OJK Buka Puasa Bersama, Pererat Sinergi Industri Perbankan

PALU SULTENG – Dalam upaya memperkokoh tali silaturahmi antara pelaku industri perbankan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Bank Perekonomian Rakyat (DPD Perbarindo) Sulawesi Tengah menggelar agenda buka puasa bersama.

Dihelat di Vila Bukit Doda, Palu Sulawesi Tengah, pada Jumat (6/3/2026), acara yang merupakan rutinitas di setiap bulan Ramadan ini dihadiri Kepala OJK Sulteng, Triyono, didampingi Wakil Ketua OJK Sulteng, Andry.

Dari pihak penyelenggara, Ketua DPD Perbarindo Sulteng, Hendrik Sjam, tampak menyambut hangat jajaran direksi serta karyawan-karyawati BPR se-Sulawesi Tengah yang memadati lokasi acara.

Hendrik Sjam menjelaskan bahwa pertemuan lintas lembaga ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan visi antara regulator dan pelaku pasar. Menurutnya, hubungan yang harmonis sangat diperlukan agar operasional BPR tetap berada di koridor aturan yang berlaku.

“Kami berharap OJK terus membimbing kami dalam menjalankan roda operasional BPR. Dengan sinergi yang lebih kuat, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi kemajuan daerah di masa depan,” ujar Hendrik.

Tak hanya soal ibadah dan makan bersama, Perbarindo Sulteng juga memanfaatkan momen ini untuk menegaskan komitmen mereka dalam aspek edukasi. Sebuah program pelatihan khusus telah disiapkan bagi jajaran pejabat eksekutif, manajer, hingga direksi guna mendongkrak standar kompetensi perbankan.

Upaya ini sejalan dengan visi besar DPD Perbarindo Sulteng dalam mencetak bankir yang cerdas dan berdaya saing tinggi. Melalui fungsi intermediasi yang dijalankan dengan profesional, BPR diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh di wilayah Sulawesi Tengah.

Apresiasi pun datang dari Kepala OJK Sulteng, Triyono. Ia menilai langkah Perbarindo yang mengombinasikan kegiatan spiritual dengan program peningkatan kualitas SDM adalah hal yang sangat positif.

Triyono menekankan bahwa OJK memandang BPR sebagai mitra yang sangat krusial dalam pembangunan daerah. Hal ini mengingat posisi BPR yang strategis karena memiliki daya jangkau hingga ke pelosok desa yang mungkin sulit diakses lembaga keuangan lain.

“Harapan kami, esensi dari pertemuan ini tidak berhenti pada nilai ibadahnya saja, tetapi juga pada semakin eratnya hubungan kekeluargaan kita. Silahturahmi yang kuat adalah modal utama untuk membangun daerah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *