Bank BKK Purwodadi Nyatakan Kesiapan Pimpin Konsolidasi 33 BPR se-Jawa Tengah

JAKARTA – PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda) atau Bank BKK Purwodadi, dinilai memiliki landasan kuat untuk menjadi motor penggerak dalam rencana besar penggabungan (merger) 33 BPR di seluruh Jawa Tengah.

Bank BKK yang mempunyai landasan kuat seputar pengelolaan dana itu pun menyatakan kesiapannya untuk mengawal integrasi tersebut.

Direktur Utama Bank BKK Purwodadi, Anita Fitriani Yusuf, menyampaikan kesiapan tersebut saat memaparkan performa perusahaan di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026 pada Selasa (20/1/2026).

Melalui pertemuan virtual tersebut, Anita menekankan bahwa Bank BKK secara kapasitas dan tata kelola sudah sangat layak untuk memimpin entitas baru bertajuk “BPR SATU JATENG”.

Modal Kuat dan Rekam Jejak Bisnis
Keyakinan ini didasari atas keberhasilan Bank BKK dalam mengelola modal yang mencapai angka fantastis, yakni Rp 13 triliun. Capaian bisnis yang konsisten membuat perusahaan ini menjadi kandidat unggul dalam proses merger.

Meski demikian, Anita menegaskan bahwa ambisinya bukan semata-mata soal posisi kepemimpinan, melainkan kebermanfaatan bagi daerah.

“Harapan kami, siapa pun pemimpinnya nanti, kami berkomitmen membangun kerja sama yang solid agar perusahaan daerah mampu menjadi tuan rumah di tanah sendiri. Fokus utamanya adalah pertumbuhan ekonomi yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh seluruh pemangku kepentingan di Jawa Tengah,” ujar Anita.

Transformasi Digital dan Kontribusi Ekonomi
Sejak resmi beroperasi pada tahun 2020 (kini memasuki tahun ke-6), Bank BKK Purwodadi telah menjelma menjadi kebanggaan Kabupaten Grobogan. Dengan jaringan 1 kantor pusat dan 16 kantor cabang, bank ini aktif melayani berbagai sektor mulai dari UMKM, pertanian, hingga perdagangan.

Tak hanya unggul secara konvensional, Bank BKK juga telah bertransformasi menjadi Digital Banking. Inovasi seperti aplikasi KAMOE, layanan Virtual Account, aplikasi Acting, serta strategi Digital Marketing telah diimplementasikan untuk memberikan kemudahan transaksi bagi nasabah di era modern.

Visi Strategis dan Kinerja Keuangan 2025
Dalam upaya mencapai visi sebagai bank yang sehat, efisien, dan berkelanjutan, Perseroda menjalankan lima misi utama, di antaranya:

Peningkatan kualitas pelayanan menuju Service Excellence.

Optimalisasi aset perusahaan secara efektif.

Pemanfaatan teknologi unggul dan kompetitif.

Peningkatan profesionalisme SDM yang menjunjung tinggi kode etik perbankan.

Berdasarkan data laporan keuangan tahun 2025, Bank BKK menunjukkan performa yang sangat impresif:

Total Aset: Rp 1.465.166.710

Dana Masyarakat: Tabungan (Rp 916.478.740) dan Deposito (Rp 356.087.650)

Penyaluran Kredit: Rp 1.038.569.957 (Didominasi sektor produktif sebesar 55,58%).

Laba Bersih (setelah pajak): Rp 46.996.411

Dari sisi rasio kesehatan bank, tercatat CAR sebesar 37,51%, LDR 81,61%, dan ROA 4,05%, yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan berada dalam posisi yang sangat sehat dan likuid.

Sinergi Sosial dan Pemerintahan
Selain fokus pada laba, Bank BKK juga aktif dalam program kepedulian sosial dan edukasi keuangan guna meningkatkan loyalitas nasabah. Peran strategisnya pun semakin terlihat melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Provinsi dalam mengelola dana bagi 3.300 desa, serta penyaluran kredit untuk aparat desa yang mencakup 30 persen dari portofolio perusahaan.

Melalui tujuh aktivitas usaha utamanya—mulai dari penghimpunan dana hingga menjadi pemegang kas desa—Bank BKK Purwodadi optimistis mampu membawa dampak ekonomi yang lebih luas bagi Jawa Tengah melalui rencana penggabungan “BPR SATU JATENG” di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *