KARIMUN – Menyusul adanya keluhan dari sejumlah nasabah, termasuk para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang penggajiannya dikelola oleh Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tuah Karimun, manajemen bank tersebut secara resmi memberikan klarifikasi terkait besaran biaya administrasi dan transfer antarbank.
Direktur Kepatuhan BPR Tuah Karimun, Siska Narita, memaparkan bahwa struktur biaya yang berlaku saat ini merupakan hasil kajian internal yang disesuaikan dengan kapasitas operasional bank.
Dalam keterangannya pada Sabtu (17/1/2026), Siska merinci sejumlah tarif yang saat ini diterapkan:
- Administrasi Bulanan: Rp5.000
- Transfer Antarbank: Rp8.000 per transaksi
- Pembukaan Buku Tabungan: Rp10.000 (sekali bayar)
- Saldo Mengendap Minimum: Rp100.000
Soal tarif transfer Rp8.000 yang dinilai lebih tinggi dibanding layanan BI-FAST (Rp2.500) di bank umum, Siska menjelaskan adanya perbedaan infrastruktur teknologi.
“BPR memerlukan mekanisme khusus dalam proses transfer ke bank lain yang memakan biaya operasional lebih besar demi menjamin keamanan transaksi dan meminimalisir kendala teknis,” ungkapnya.
Menyadari keterbatasan fasilitas seperti belum adanya mesin ATM mandiri, manajemen BPR Tuah Karimun tengah menyiapkan langkah transformatif untuk meningkatkan daya saing, di antaranya:
Izin E-Wallet: Sedang mengajukan proses perizinan ke OJK agar nasabah bisa bertransaksi secara digital.
Fasilitas Tarik Tunai: Pengembangan akses dana yang lebih mudah bagi nasabah.
Modernisasi Sistem: Pembaruan layanan secara bertahap demi efisiensi transaksi.
Selagi proses pengembangan fasilitas berjalan, kata Siska, pihak bank menyarankan nasabah untuk melakukan manajemen transaksi secara bijak.
“Untuk menghindari biaya transfer antarbank, nasabah diimbau melakukan penarikan tunai secara langsung di kantor cabang pada jam operasional,” sarannya.
Ia menambahkan, melalui klarifikasi ini, BPR Tuah Karimun berharap nasabah mendapatkan gambaran utuh mengenai kebijakan biaya, sekaligus melihat komitmen bank dalam melakukan pembenahan kualitas layanan di masa depan.






