Tokoh Adat dan Pemda Sinergi Serukan Persatuan Demi Percepatan Revitalisasi Pasar Payakumbuh

PAYAKUMBUH – Pasca-kebakaran hebat yang terjadi di Pasar Payakumbuh pada Agustus tahun lalu, Kota Payakumbuh berjuang untuk memulihkan denyut nadi ekonomi.

Mhd. Budi Nanda Dt. Simarajo nan Kuning, tokoh pengusaha sekaligus sosok kunci di balik pemekaran Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), secara terbuka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung rencana revitalisasi Pasar Payakumbuh. Dukungan moral Dt Simarajo menjadi harapan menuju titik terang

Dalam keterangannya pada Selasa (13/1/2026), Dt. Simarajo nan Kuning menegaskan bahwa saat ini bukan waktunya untuk terjebak dalam silang pendapat yang kontraproduktif. Ia menekankan bahwa langkah Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh dalam membenahi pasar harus didukung penuh agar pemulihan ekonomi tidak berjalan di tempat.

Mengedepankan Prasangka Baik dan Kepentingan Umum

Sebagai pemangku adat, Dt. Simarajo nan Kuning mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan menjauhkan diri dari rasa curiga yang berlebihan.

“Sebagai niniak mamak, tanggung jawab kami adalah memastikan kemaslahatan anak kemenakan yang menggantungkan hidupnya di pasar. Saya meminta masyarakat memberi ruang bagi pemerintah untuk bekerja secara maksimal. Mari kita ganti prasangka dengan pikiran positif demi kepentingan bersama,” ungkapnya tegas.

Ia juga mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja diembuskan untuk memecah belah suasana. Terkait transparansi dan regulasi, ia menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang berlaku. Jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, biarkan pihak berwenang yang menyelesaikannya sesuai jalur legal tanpa harus memperkeruh situasi di lapangan.

Meski memberikan dukungan penuh, Dt. Simarajo nan Kuning juga memberikan catatan kritis kepada pihak eksekutif. Ia menekankan agar Pemko Payakumbuh menjalankan amanah pembangunan ini dengan kejujuran dan integritas yang tinggi.

“Pembangunan ini harus bersih. Jangan sampai ada ketidakjujuran yang mencederai kepercayaan rakyat. Kita butuh kerja sama yang sehat untuk kemajuan Payakumbuh ke depan,” tambahnya.

Komitmen tokoh masyarakat ini disambut baik oleh Pj Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta. Ia menjelaskan bahwa pembiayaan fisik pasar sepenuhnya berasal dari APBN, sementara Pemko bertugas memastikan pengawasan berjalan ketat di lapangan.

Salah satu poin krusial yang ditegaskan Zulmaeta adalah penghormatan terhadap tatanan lokal. Ia menjamin bahwa pembangunan fisik tidak akan mengabaikan aspek ulayat atau aturan adat yang berlaku di Payakumbuh.

“Kami mencari jalan tengah agar pembangunan ini selaras dengan regulasi nasional namun tetap menjunjung tinggi hak ulayat. Target kita adalah pasar kembali berdiri, ekonomi pulih, dan tatanan adat tetap terjaga,” pungkas Zulmaeta.

Dengan adanya kesepahaman antara niniak mamak dan pemerintah, proses revitalisasi diharapkan dapat segera dimulai tanpa hambatan sosial, membawa angin segar bagi para pedagang yang selama ini terdampak musibah kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *