Ketua DPD Perbarindo DKI: BPR DKI Jakarta ‘Fine-Fine’ Aja Lewati 2025

JAKARTA – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) harus gigih mem-branding BPR nya, agar tetap eksis, serta meminimalisir atau mencegah supaya tidak ditutup atau dicabut izinnya.

Hal ini diungkapkan Ketua DPD Perbarindo DKI Jakarta, Henry Palthy Tambunan menyikapi soal runtuhnya Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di tanah air yang banyak dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2025.

Henry didampingi Dirut dan Owner BPR Bantoru Perintis, Linda Pardede, menyampaikan hal ini saat dijumpai pada Puncak Perayaan Natal DPD Perbarindo DKI Jakarta di Auditorium UKI Jakarta Timur, Jumat (9/1/2025).

“Branding itu maksudnya, menjaga kepercayaan masyarakat untuk lebih mengenal akan BPR. Contohnya, bagaimana kita bisa mengenal BPR, padahal kita sendiri nggak tahu BPR. Ada sesama perbankan saja, bank umum, itu tidak tahu BPR itu apa,” ucap Direktur Utama sekalius owner BPR Sukma Hitamajaya ini.

Jadi, masih dijelaskan Henry, branding itu harus diperkenalkan dulu.

“Ini loh BPR, ini loh produk anak negeri sendiri, Kan gitu,” ucapnya.

Menurut Henry, sebagai pengelola bank, khususnya BPR, tidak perlu merasa cemas, ketakutan akan ditutup.

“Pada akhirnya kita fine-fine aja tuh melewati akhir tahun, setiap tahun. Jadi kami mau mengingatkan kepada yang datang khususnya yang seingat dengan kami bahwa kekhawatiran kita itu tidak terbukti. Buktinya kita bisa mengalami 2025 tahun lalu itu dengan keadaan yang fine-fine saja.

Dirinya pun mengklaim pertumbuhan kredit semua BPR di DKI lancar.

“Mayoritas lancar, kan tergantung BPR nya. Sama seperti sekolah, apakah semua anak itu pasti pintar? Kan enggak. Apakah yang sekolah di SD non-pemerintah swasta atau negeri itu anak-anaknya pinter semua?
Jadi kembali lagi sudut pandangnya,”

Kalau misalnya ada yang memang BPR yang terpaksa dicabut izin operasionalnya, menurut dia, maka itu hanya 0,0 sekian dari keseluruhan jumlah BPR, khususnya di DKI Jakarta.

“Kalau khusus DKI itu juga cuma sedikit ya, dibanding keseluruhan. Jadi kadang-kadang kita melihatnya, oh ini ada yang tutup, padahal mayoritas itu baik-baik saja,” tuturnya.

Henry menilai, penilaian orang terhadap BPR, tergantung pada sudut pandang.

“Ya, sudut pandangnya itu berbeda. Kalau dari kami, sudut pandang perbankan, Itu sampai kapanpun pasti masa depannya cerah. Semua orang butuh jasa perbankan. Dari hal yang paling kecil aja, kita mau belanja ajakan pasti minimal kita pakai transfer. Transfer itu pasti melalui bank,” ujarnya.

Puncak acara perayaan Natal DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat (Perbarindo) DKI Jakarta, diselenggarakan dengan ibadah bersama di Auditorium UKI Cawan Jakarta Timur, pada Jumat (9/1/2025).

Henry Palthy Tambunan mengungkapkan bahwa perayaan Natal 2025 bersama ini, mengambil makna tetap bersyukur, karena dalam satu tahun ini tetap berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Artinya kita masih bisa survive, masih ada yang tidak masuk rumah sakit, masih ada yang tetap sehat walafiat. Nah itu yang kita bersyukur atas semua yang sudah kita alami selama setahun ini,” tutur Direktur Utama sekalius owner BPR Sukma Hitamajaya ini.

“Jadi tema yang sekarang itu adalah keluarga, jadi kita menganggap semua itu kita bersaudara dan keluarga adalah tumpuan kita supaya kita tetap dalam Tuhan,” sambungnya.

Setiap tahun, Henry menjelaskan dari Perbarindo DPD DKI Jaya dan sekitarnya selalu mengadakan Natal.

“Setiap tahun kita juga mengadakan aksi natal. Itu minimal dua, yang Kristen dan yang Lintas Agama.
Nah, perayaan yang puncaknya itu adalah hari ini,” jelasnya.

Pada puncak perayaan Natal ini, lanjut dia, adalah puncak perayaan hari Natal diikuti tidak hanya yang beragama Kristen, tapi ada juga yang umat Katholik.

Henry menyebutkan bahwa dalam rangka menyambut Natal 2025, DPD Perbarindo DKI, juga mengadakan bakti sosial, dengan memberikan sembako dan donasi sejumlah uang di sejumlah tempat yang layak dibantu.

Sedangkan Linda Pardede menambahkan, bahwa kegiatan menyambut Natal 2025 di DPD DKI Jaya biasanya ada dua jenis, satu kegiatan aksi kunjungan Natal, kedua adalah ibadah bersama, seperti dilakukan di Auditorium UKI pada Jumat (8/1/2026).

“Setiap tahun itu tempat aksi sosial yang kita lakukan itu berbeda-beda. Nah tahun ini, tahun 2025 ya maksudnya, itu kita ada dua tempat, satu di House of Mercy, satu lagi di Yayasan Pelita Jiwa,” pungkas Linda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *