BPR Jwalita Trenggalek Berbasis Ekonomi Kerakyatan, Perkuat Fondasi Lewat Sektor UMKM dan Pedagang Pasar

TRENGGALEK JATIM – PT BPR Jwalita Trenggalek terus berkomitmen, sebagai lembaga keuangan berbasis kerakyatan, tidak bergantung pada sektor Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bank Perekonomian Rakyat milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek ini justru membangun pertumbuhan bisnis yang solid melalui sektor perdagangan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria, mengungkapkan bahwa portofolio kredit perusahaan saat ini didominasi oleh pelaku UMKM dan pedagang pasar yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

“Di tengah persaingan industri perbankan yang kompetitif, sektor UMKM tetap menjadi pilar utama debitur kami. Nasabah loyal BPR Jwalita mayoritas merupakan para pedagang pasar di seluruh wilayah Trenggalek,” ungkap Dwi.

Tercatat, dari total penyaluran kredit yang mencapai sekitar Rp122 miliar, hampir 70 persen di antaranya terserap oleh sektor perdagangan. Hal ini membuktikan peran vital BPR Jwalita dalam menggerakkan ekonomi riil masyarakat.

Tantangan Penetrasi di Sektor ASN Meski menunjukkan kinerja positif di sektor masyarakat, Dwi mengakui bahwa kontribusi ASN sebagai debitur masih tergolong minim. Sebagai bank yang 98,64 persen sahamnya dimiliki oleh Pemkab Trenggalek, tingkat partisipasi ASN dalam memanfaatkan layanan kredit BPR Jwalita masih di bawah 10 persen.

“Saat ini hanya sekitar 5 persen ASN yang menggunakan layanan keuangan kami. Fakta ini menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk terus meningkatkan kepercayaan serta literasi keuangan di lingkup internal pemerintahan,” tambahnya.

Optimisme Laba dan Kontribusi PAD Dengan modal yang dikelola melebihi Rp20 miliar, BPR Jwalita terus menunjukkan tren keuangan yang sehat. Manajemen menargetkan laba bersih sebesar Rp2,67 miliar pada tahun 2025, dengan proyeksi setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,4 miliar pada akhir tahun nanti.

Sejauh ini, BPR Jwalita telah menyetorkan total akumulasi PAD sebesar Rp13,3 miliar ke kas daerah. Angka ini hampir menyamai seluruh nilai penyertaan modal awal yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten.

“Kami sangat optimistis bahwa target tahun depan akan melampaui capaian tahun ini. Fokus kami adalah pertumbuhan yang berkelanjutan sehingga kontribusi PAD dapat terus meningkat setiap tahunnya,” tegas Dwi.

Keberhasilan BPR Jwalita dalam mempertahankan dominasi di sektor UMKM menjadi bukti nyata bahwa bank daerah ini mampu tumbuh bersama ekonomi masyarakat, sembari terus berupaya memperluas penetrasi di pasar potensial lainnya.

PT BPR Jwalita merupakan Bank Perekonomian Rakyat milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang fokus pada pelayanan jasa perbankan bagi masyarakat menengah ke bawah, pelaku UMKM, serta ASN guna mendorong percepatan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *