JAKARTA – DPD Perbarindo DKI Jakarta menyambut perayaan Natal tahun ini dengan melakukan aksi sosial. Kegiatan ini rutin dilaksanakan, khususnya oleh anggoita dan pengurus umat Kristiani.
Bendahara Kegiatan Natal Perbarindo DKI Jakarta, Sandibrata Simanjuntak mengungkapkan, tahun ini, Perbarindo melakukan aksi sosial menyambut Natal dengan berkunjung dan berbagi kasih bersama Yayasan Pelita Jiwa di Tangerang, Kamis (19/12/2025).
“Hari ini, kami mengunjungi Yayasan Pelita Jiwa di Tangerang, disana ada 54 pasien penderita kejiwaan, yang dirawat,” ujar Sandibrata kepada Seputarbank, Kamis (19/12/2025).
Selain di Yayasan Pelita Jiwa, kata Sandi, dalam rangka menyambut perayaan menyambut Natal tahun ini, Perbarindi juga akan mengunjungi Yayasan Home di Cilincing Jakarta Utara, yang akan diselenggarakan besok, Jumat (20/12/2025)
Sandi menjelaskam, pihaknya mengaku salut dengan yayasan tersebut, karena dengan kasih sayangnya merawat dan membimbing pasien kejiwaan, untuk bisa dikembalikan ke keluarganya, ke masyarakat untuk hidup normal.
Di yayasan ini, menurut Sandi, Perbarindo DKI diikuti sekitar perwakilan 15 BPR se Jabodetabek, menyerahkan dinasi sumbangan berupa uang tunai dan sembako. Selain para BPR, turut serta juga pada kegaianatn sosial tersebut sejumlah rekanan dari Perbarindo.
“Selain itu, disini kami juga beribadah bersama, sehingga bisa menyentuh dengan kasih kepada para pasien tersebut,” ucapnya.
Masih dijelaskan Sandi, tujuan dari kunjungan menyabut Natal tersebut adalah mewujudkan kasih kepada sesama.
“Kalau mengingat kita semua ini yang diberkati, maka kita bisa memberikan apa yang kita miliki,” jelasnya.
“Aksi natal dengan pasien kejiwaan ini menyentuh perasaan kita, melihat mereka dengan tekanan sosial, keluarga, mereka membutuhkan naungan dan kepedulian. Sebenarnya setiap manusia berpotensi seperti itu, tapi saat ini kita lebih beruntung, maka hadir di sini dan berbagi, merupaka kebahagiaan,” paparnya.
Sandi juga mengatakan, pihaknya kagum dengan para pasien di yayasan tersebut.
“Saya kagum dengan yayasan ini, karena bersama para pasien kejiwaan itu, ibadah bisa berjalan dengan khikmat dan pasien bisa mengikuti acara seperti orang normal, bisa berkomunikasi. Bahkan ada yang menymbangkan suara. Ada bernyanyi dan berpuisi. Di momen inilah mereka merasa menemukan arti keluarga,” pungkasnya






