Sinergi BUMN 2026: Target 100 Ribu Pemudik, Layanan Mudik Gratis Semakin Terintegrasi

JAKARTA – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026, Program Mudik Gratis BUMN kembali hadir. Ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang merencanakan pulang kampung pada Lebaran mendatang. Terlebih, Program Mudik Gratis tahun ini hadir dengan jangkauan yang jauh lebih masif.

Melalui kolaborasi besar-besaran antar-perusahaan pelat merah, pemerintah menargetkan lebih dari 100 ribu orang dapat dipulangkan ke berbagai pelosok Indonesia dengan aman.

Penyelenggaraan tahun ini berada di bawah pengawasan ketat Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Badan Pengaturan BUMN. Kerja sama ini tidak hanya melibatkan perusahaan induk (holding), tetapi juga menyentuh anak usaha BUMN dengan menyediakan berbagai opsi transportasi, mulai dari jalur darat, laut, hingga kereta api.

Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata negara dalam menjamin kenyamanan warganya saat merayakan tradisi Lebaran. Dalam pernyataan resminya pada Jumat (13/2/2026), ia menyebutkan bahwa fokus utama program ini adalah keselamatan dan kebahagiaan para pemudik.

“Program Mudik Gratis BUMN merupakan wujud nyata kepedulian sosial negara melalui BUMN, agar masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Tedi di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat, 13 Februari 2026.

Berdasarkan data teknis yang dirilis, distribusi pemudik akan dibagi ke dalam tiga moda utama:

  • Bus: 64.000 lebih pemudik akan diangkut menggunakan 1.400 unit bus.
  • Kereta Api: Hampir 33.000 pemudik akan dilayani oleh 99 rangkaian kereta.
  • Kapal Laut: 5.000 pemudik bakal diberangkatkan melalui 42 unit kapal.

Khusus untuk armada bus, prosesi pelepasan atau flag off direncanakan akan dipusatkan di Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 17 Maret 2026 mendatang.

Peningkatan kuota tahun ini menjadi bukti solidnya koordinasi lintas sektor. Managing Director Stakeholder Management BPI Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa keberhasilan BUMN tidak hanya diukur dari angka keuntungan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh publik.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Awaluddin selaku Direktur Utama Jasa Raharja yang juga menjabat Ketua Koordinator Mudik Gratis BUMN 2026, menitikberatkan pada aspek keselamatan.

Menurutnya, program ini hadir untuk memastikan tradisi mudik yang sarat makna tidak terganggu oleh kekhawatiran selama di perjalanan.

“Mudik adalah tradisi yang sarat makna. Melalui Mudik Gratis BUMN kami ingin memastikan masyarakat bisa pulang dengan tenang, aman, dan selamat,” kata Awaluddin.

Satu hal yang membedakan penyelenggaraan tahun 2026 adalah sistem yang jauh lebih canggih. Untuk menghindari adanya pendaftar ganda dan memastikan kuota terdistribusi secara adil, sistem database kini telah terintegrasi antara BUMN dan Kementerian Perhubungan.

Beberapa poin penting bagi calon peserta:

Satu NIK, Satu Kursi: Calon pemudik hanya bisa mendaftar di satu platform menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka. Jika sudah terdaftar di satu BUMN, sistem secara otomatis akan mengunci data tersebut.

Aplikasi Resmi: Proses pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui aplikasi resmi masing-masing perusahaan BUMN yang terlibat.

Dengan skema yang lebih rapi dan kuota yang meningkat, program ini diharapkan efektif menekan angka kemacetan sekaligus memperkuat peran BUMN sebagai pilar pelayanan publik yang peduli terhadap keselamatan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *