LAMPUNG – Di tengah ketatnya persaingan industri perbankan dan pengawasan ketat regulator, BPRS Mitra Agro Usaha (Bank MAU Syariah) Lampung berhasil membuktikan bahwa integritas dan tata kelola yang baik adalah kunci umur panjang.
Di balik kesuksesan tersebut, ada sosok Muhammad Amin, Direktur Utama yang telah mengawal transisi besar bank ini sejak satu dekade lalu.
Perjalanan Sang Pionir: Dari Konvensional ke Syariah
Amin memulai perannya di Bank MAU pada tahun 2011 sebagai Komisaris. Misi utamanya saat itu cukup menantang: mengawal proses “muallaf” perusahaan, yakni konversi dari BPR konvensional menjadi BPR Syariah.
Pengalaman panjangnya sejak tahun 1996 membangun 7 BPRS milik Pemda di Lampung membuatnya paham betul perbedaan fundamental antara kedua sistem tersebut. Pada tahun 2013, setelah resmi beroperasi secara syariah, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama hingga saat ini.
“Dorongan utama konversi ini murni merupakan keinginan kuat dari Pemegang Saham Pengendali untuk menghadirkan layanan finansial yang berkah,” ungkap Amin, kepada SeputarBank, Rabu (28/1/2026).
Enam Kali Beruntun: Hujan Penghargaan dari Infobank
Bukan sekadar label syariah, kinerja keuangan Bank MAU terbukti sangat sehat di level nasional. Hal ini dibuktikan dengan raihan penghargaan bergengsi dari Infobank atas kinerja keuangan yang gemilang selama bertahun-tahun:
Periode Emas (2015-2018): Meraih penghargaan berturut-turut selama empat tahun.
Era Kebangkitan (2021-2022): Kembali mengukuhkan dominasi di pasar perbankan syariah pasca-pandemi.
Bagi Muhammad Amin, deretan penghargaan ini bukan untuk berpuas diri, melainkan sebagai bahan bakar motivasi untuk terus memperkuat Good Corporate Governance (GCG) dalam roda bisnis perusahaan.
Strategi Bertahan di Tengah Pengetatan OJK
Menanggapi banyaknya BPR/S yang ditutup oleh OJK belakangan ini, Amin menyikapinya dengan bijak. Menurutnya, langkah OJK adalah bagian dari penegakan aturan (POJK) yang sudah semestinya diikuti.
Untuk menjaga eksistensi Bank MAU, ia menerapkan tiga strategi utama:
- Penguatan Permodalan: Meningkatkan modal secara organik melalui laba tahunan yang stabil.
- Tata Kelola Ketat: Menjalankan bisnis dengan kepatuhan tinggi dan disiplin (Istiqomah).
- Pilar Spiritual: Meningkatkan keimanan pegawai dan pengurus melalui program pengajian dan bimbingan rutin sebagai pondasi integritas kerja.






