KARIMUN KEPRI – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tuah Karimun Kepulaua Riau (Kepri) membuktikan ketangguhannya, di tengah dinamika industri perbankan yang menantang.
Tidak sekedar bertahan, Badan Usaha Milik Daeah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Karimun ini tengah melakukan lompatan besar melalui penataan ulang bisnis yang menyasar penguatan tata kelola, inovasi produk, serta akselerasi digital.
Jajaran Direksi BPR Tuah Karimun, Wan Abdul Rahman (Direktur Utama) dan Siska Naritasari (Direktur) memaparkan Kesiapan transformasi ini dalam sesi presentasi daring TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness, Selasa (6/1/2026).
Wan Abdul Rahman, yang membawa pengalaman panjang dari Bank Pembangunan Daerah (BPD), menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah membangun fundamental usaha yang sehat. Target yang diberikan oleh pemerintah daerah pun berhasil dijawab dengan hasil nyata.
“Kami mengarahkan BPR Tuah Karimun untuk tumbuh secara realistis namun tetap prudent. Hasilnya, target penurunan kerugian dari Rp800 juta menjadi Rp400 juta berhasil kita lampaui jauh. Per Desember 2025, kerugian berhasil kita tekan hingga ke angka Rp192 juta,” ungkap Wan Abdul Rahman.
Inovasi Kredit PPPK: Motor Penggerak Baru
Salah satu kunci di balik perbaikan performa ini adalah bidikan strategis pada sektor Kredit Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dengan potensi 4.000 pegawai di Kabupaten Karimun, segmen ini menawarkan risiko rendah dengan kepastian arus kas yang stabil.
Siska Naritasari menjelaskan bahwa produk ini dirancang khusus dengan mekanisme mitigasi risiko yang ketat, seperti sistem potong gaji dan penyesuaian tenor sesuai masa kontrak. Secara konservatif, jika separuh dari total pegawai (2.000 orang) bergabung, potensi penyaluran kredit diprediksi mencapai Rp200 miliar dengan pendapatan bunga kotor sekitar Rp17 miliar per tahun.
Hingga akhir 2025, performa keuangan BPR Tuah Karimun menunjukkan tren positif, dengan total aset Rp46,85 miliar (Tumbuh 1,13%), dan penyaluran kredit sebesar Rp42,95 miliar (Naik 4,04%).
Tak berhenti di sisi pembiayaan, BPR Tuah Karimun juga tengah membangun fondasi masa depan melalui pengembangan core banking system. Inovasi yang paling dinanti adalah kehadiran e-wallet “Karimun Tuah Plus”, yang akan memudahkan nasabah melakukan transfer dan pembayaran secara digital.
Langkah pembenahan tidak hanya menyentuh aspek eksternal, tetapi juga internal. Peningkatan kompetensi SDM dan transisi status hukum dari Perumda menjadi Perseroda sedang berjalan demi kepatuhan regulasi OJK yang lebih baik. Kerja keras ini sebelumnya telah membuahkan apresiasi berupa Bintang 3 pada TOP BUMD Awards 2025.
“Visi kami jelas: menjadikan BPR Tuah Karimun sebagai lembaga keuangan yang adaptif, inovatif, dan menjadi instrumen utama pembangunan ekonomi kerakyatan yang dipercaya masyarakat,” tutup Wan Abdul Rahman.






